Berita Kaltim Terkini

Kanwil DJP Kaltimtara Bersama STIE Widya Praja Bentuk Tax Center

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Kalimantan Timur dan Utara (Kanwil DJP Kaltimtara) adakan penandatanganan Nota Kesepahaman

Penulis: Ardiana | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/ARDIANA
Edukasi soal pajak dalam tax Center. Untuk Tax Center adalah pusat informasi, pendidikan, dan pelatihan perpajakan di perguruan tinggi yang berperan mewujudkan masyarakat sadar pajak. 

TRIBUNKALTIM.XO, BALIKPAPAN - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Kalimantan Timur dan Utara (Kanwil DJP Kaltimtara) adakan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) sebagai Tax Center, bersama Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Widya Praja, Senin (12/09/2022).

Melalui siaran pers yang diterima TribunKaltim.co hari ini (13/9/2022), kegiatan tersebut merupakan upaya meningkatkan kesadaran pajak sejak dini dan mengenalkan pajak kepada generasi muda.

Penandatangan MoU tersebut dilakukan oleh Kepala Kantor Wilayah DJP Kalimantan Timur dan Utara, Max Darmawan, bersama Ketua STIE Widya Praja, Muhammad Akbar.

Untuk diketahui, Tax Center adalah pusat informasi, pendidikan, dan pelatihan perpajakan di perguruan tinggi yang berperan mewujudkan masyarakat sadar pajak.

Baca juga: Realisasi Pajak di Penajam Paser Utara Tembus Rp 35 Miliar Lebih per Agustus 2022

Yakni masyarakat yang mengerti hak dan kewajiban perpajakannya sehingga dapat memenuhi kewajiban perpajakan dengan baik seperti yang diharapkan.

Selain penandatanganan MoU, Kegiatan yang dihelat di gedung STIE Widya Praja, Kabupaten Paser ini juga memberikan kuliah umum perpajakan.

Sebagai pematerinya, Max Darmawan menjelaskan tentang perpajakan kepada 240 mahasiswa lintas jurusan dan dosen pengajar dari STIE Widya Praja, Tanah Grogot.

Dalam pemaparannya, ia menjelaskan pentingnya kesadaran pajak untuk generasi muda sebagai Future Tax Payers.

"Peran aktif mereka di masa depan dalam membangun bangsa melalui taat dan sadar pajak sangatlah penting," ucapnya.

Baca juga: Walikota Andi Harun Perkenalkan Pembayaran Pajak Berbasis Digital

Tak sampai disitu, Max juga membeberkan kebijakan-kebijakan perpajakan terbaru yang dikeluarkan oleh pemerintah.

Di antaranya kebijakan perpanjangan insentif pajak di masa pandemi Covid-19, serta kebijakan-kebijakan dalam rangka Pemulihan Ekonomi Negara (PEN).

Generasi saat ini adalah calon generasi emas, di mana pada tahun 2045 (20-25 tahun lagi)
kalian akan berada di usia produktif dan diproyeksikan mendominasi sekitar 60persen dari proyeksi jumlah penduduk pada saat itu (297 juta jiwa).

"Bayangkan jika 60 persen generasi emas tersebut membayar pajak, maka APBN kita akan meningkat dan pembangunan negara akan melesat dan merata,” tuturnya.

Ia berharap, kegiatan kuliah umum ini dapat meningkatkan pemahaman para mahasiswa dan dosen terkait pentingnya kesadaran pajak sejak dini.

Serta pengetahuan kebijakan pemerintah khususnya sektor perpajakan dalam menghadapi pandemi COVID-19.

Para akademisi diharapkan dapat ikut serta dalam membangun kesadaran pajak yang
luas untuk masyarakat.

Serta dapat memberikan informasi kebijakan pemerintah terbaru.

"Khususnya terkait insentif perpajakan di masa COVID-19 kepada masyarakat luas," pungkasnya.

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved