Yayasan Gugah Nurani Indonesia Tingkatkan Kapasitas Guru SD di Kota Balikpapan

Yayasan Gugah Nurani Indonesia menggelar lokakarya kedua untuk program Guru Penggerak Bertunas di Kota Balikpapan.

HO
Yayasan Gugah Nurani Indonesia saat menggelar program Guru Penggerak Bertunas di Hotel Gran Senyiur, Kota Balikpapan, Minggu (18/9/2022). 

TRIBUNKALTIM.CO - Yayasan Gugah Nurani Indonesia (GNI) menggelar lokakarya kedua untuk program Guru Penggerak Bertunas bersama Gugah Nurani Indonesia, salah satu kegiatan bagian dari "Hello E-Dream Project", di Hotel Gran Senyiur Kota Balikpapan, Minggu (18/9/2022).

Acara ini diikuti oleh sekitar 150 guru dari 15 sekolah dampingan GNI dalam hal penciptaan lingkungan belajar berbasis e-learning.

15 sekolah ini berasal dari Kecamatan Balikpapan Utara, Balikapapan Timur dan Balikpapan Kota.

Baca juga: Tingkatkan Kapasitas Guru SD di Balikpapan, Yayasan GNI Gelar Pelatihan di Hotel Gran Senyiur

Disampaikan Project Manager GNI Meity Ria, kegiatan ini adalah lanjutan dari lokakarya pertama yang diselenggarakan pada 28 Agustus lalu.

Tahun 2022 ini masih ada dua kali lokakarya lagi yang akan diselenggarakan pada bulan Oktober dan November mendatang.

Lokakarya yang kedua ini, ia uraikan akan mengenalkan e-learning dan pengimbasan praktek baik guru penggerak dalam bingkai Implementasi Kurikulum Merdeka.

"Yang menarik dari lokakarya kedua ini, kita mengenalkan paltform bekawan.org, salah satu platform pembelajaran untuk guru, siswa serta orangtua yang ada di Kota Balikpapan. Jadi platform ini adalah LMS (Learning Management System) yang dapat digunakan guru dan siswa dalam melaksanakan proses belajar mengajar," terangnya.

Meity Ria berharap dengan adanya platform ini dapat lebih menarik perhatian siswa untuk meningkatkan minatnya dalam belajar.

Sementara terkait dengan adanya kasus Covid-19, dengan adanya platform ini guru, siswa dan orangtua akan siap dalam menghadapi situasi tersebut.

"Dengan adanya kasus covid-19 ini ya, kita tidak tau apakah kedepannya akan ada kasus-kasus lain sehingga membuat sekolah diwajibkan daring lagi. Setidaknya hadirnya platform ini, kita siap menghadapi situasi yang mendadak tersebut guru tidak gelagapan, orangtua dan siswa juga tidak kaget kan jadinya," imbuhnya.

Baca juga: Tingkatkan Kapasitas Guru, Disdikbud Balikpapan Jalin Kerja Sama dengan Gugah Nurani Indonesia

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved