Pertahankan Predikat Pelabuhan Sehat, PKT Pastikan Penyelenggaraan Kepelabuhanan Sesuai Permenkes

Penyelenggaraan pelabuhan sehat sesuai Permenkes Nomor 44 Tahun 2014 menjadi salah satu komitmen Pupuk Kaltim yang dijalankan secara konsisten.

Editor: Diah Anggraeni
HO/Pupuk Kaltim
Pupuk Kaltim ikuti assessment sekaligus verifikasi lapangan oleh Kementerian Kesehatan bersama Kementerian Perhubungan dan Kantor Kesehatan Pelabuhan terkait penerapan seluruh aspek kesehatan dan keamanan pelabuhan sesuai aturan yang berlaku di area Terminal Khusus Pupuk Kaltim, Kamis (15/9/2022). 

TRIBUNKALTIM.CO - Evaluasi penyelenggaraan pelabuhan sehat dalam mendukung aktivitas bisnis perusahaan, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) ikuti assessment sekaligus verifikasi lapangan oleh Kementerian Kesehatan bersama Kementerian Perhubungan dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), terkait penerapan seluruh aspek kesehatan dan keamanan pelabuhan sesuai aturan yang berlaku.

Kegiatan berlangsung di area Terminal Khusus (Tersus) Pupuk Kaltim, Kamis (15/9/2022).

SVP Operasi 1 Pupuk Kaltim Ngateno mengungkapkan, penyelenggaraan pelabuhan sehat sesuai Permenkes Nomor 44 Tahun 2014 menjadi salah satu komitmen perusahaan, yang dijalankan secara konsisten dengan berbagai perbaikan dan peningkatan layanan setiap tahun.

Hal ini dilaksanakan untuk mewujudkan lingkungan pelabuhan yang bersih, aman dan sehat, khususnya bagi komunitas pekerja serta masyarakat pelabuhan agar tidak menimbulkan risiko kesehatan.

Baca juga: Sukseskan Ponorogo Mandiri Benih, Pupuk Kaltim Hadirkan Ragam Produk Unggulan

Penyelenggaraan pelabuhan sehat direalisasikan pada sejumlah upaya pengelolaan kualitas lingkungan secara fisik dan sosial berdasarkan beberapa indikator.

Di antaranya penyelenggaraan kesehatan lingkungan yang optimal, penataan sarana dan fasilitas sesuai standar kesehatan, peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat bagi para pekerja, hingga optimalisasi aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) serta keamanan dan ketertiban di lingkungan pelabuhan.

"Dari upaya tersebut, Pupuk Kaltim ditetapkan sebagai salah satu dari delapan pelabuhan sehat di Indonesia oleh Kementerian Kesehatan, berdasarkan penilaian kriteria yang ditetapkan Permenkes Nomor 44 Tahun 2014," ujar Ngateno.

Selama pandemi Covid-19, pelabuhan Pupuk Kaltim juga melakukan berbagai upaya konkret di seluruh aktivitas sandar kapal dan proses pemuatan barang.

Mulai dari penerapan protokol kesehatan kerja sesuai kebijakan perusahaan, pengecekan kapal di area anchorage oleh petugas kesehatan sebelum memasuki area pelabuhan, kebijakan pelarangan turun bagi kru kapal yang masuk, serta mewajibkan tes Polymerase Chain Reaction (PCR) bagi seluruh kru yang berasal dari wilayah zona merah.

"Kebijakan tersebut diberlakukan tanpa terkecuali bagi seluruh kapal, sehingga potensi dan risiko kesehatan selama Covid-19 bisa diantisipasi secara optimal," kata Ngateno.

Baca juga: Dorong Dekarbonisasi Berbasis CSV, Pupuk Kaltim Gagas Program DKomposer

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved