Berita Samarinda Terkini

Dinas ESDM Minta Perusahaan Tuntaskan Gorong-Gorong dan Lakukan Reklamasi di Jalan Trans Kalimantan

Dinas ESDM Kaltim menilai banjir yang terjadi pada tanggal 5 September 2022 lalu di jalan Trans Kalimantan menuju Kutai Barat.

Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Aris
TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD FAIROUSSANIY
Kepala Bidang Mineral dan Batu bara (Minerba) Dinas ESDM Kaltim, Azwar Busra, meminta agar komitmen perusahaan menyelesaikan gorong-gorong yang kini dalam tahap pengerjaan agar tidak kembali banjir di jalan trans Kalimantan menuju Kabupaten Kutai Barat yang banjir dua pekan lalu. (TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD FAIROUSSANIY) 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim menilai banjir yang terjadi pada tanggal 5 September 2022 lalu di jalan Trans Kalimantan menuju Kutai Barat disebabkan aliran air yang meluap akibat tidak maksimalnya fungsi gorong-gorong yang dibangun pihak perusahaan.

PT TCM, PT FKP, dan PT TSA telah merumuskan solusi bersama DPRD Kaltim dan pihak Dinas ESDM sendiri juga telah memberi rekomendasi agar banjir teratasi dalam jangka panjang.

"Dari informasi pada saat rapat itu (RDP), air berasal dari adanya tersumbat di gorong-gorong di jalan (trans Kalimantan), ada tiga perusahaan disana PT TCM, PT FKP, dan PT TSA, itu di dekat konsesi PT FKP," jelas Kepala Bidang Mineral dan Batu bara (Minerba) Dinas ESDM Kaltim, Azwar Busra, Rabu (21/9/2022).

Lebih jauh dijelaskan Azwar hujan dengan intensitas tinggi memang jadi sebab terjadinya banjir.

Baca juga: Hadiri Kick Off GNPIP, Ketua DPRD Samarinda Dukung Pemkot Dalam Pengendalian Inflasi

Ditambah lagi kolam pengendap (sediment pond) dan kolam pengaman (safety pond) yang ada di area perusahaan tidak tertampung sehingga luapan air bergerak menuju jalan poros tersebut. 

"Ini sebenarnya pada saat itu hujan cukup tinggi, jadi run off air larinya sudah tidak mampu ditampung sediment pond dan safety pond, kemudian ada area diluar ini sehingga air meluap dan masuk di jalur poros," terangnya.

Azwar juga telah mendapat penjelasan bawha antisipasi pihak perusahaan agar jalur tidak terputus total pada saat banjir dengan membuka jalur transportasi alternatif dengan membuka jalur hauling agar logistik bisa tetap berjalan.

Baca juga: Pemkot Samarinda dan BI Kaltim Kolaborasi Kendalikan Inflasi Pangan via GNPIP

Meski begitu, Azwar mengingatkan agar pihak perusahaan segera menyelesaikan gorong-gorong yang tersumbat agar tidak kembali meluap ke area jalur poros.

"Perusahaan berkomitmen juga menyelesaikan gorong-gorong agar tidak meluap. Dan air melewati gorong-gorong ini, agar pada saat curah hujan tinggi bisa teratasi," tandasnya.

Rekomendasi pihaknya, juga menekankan pada areal lahan yang sudah terbuka dan belum di reklamasi agar segera dilakukan.

Baca juga: Walikota Andi Harun Beri Sertifikat Wajib Pajak Saat Opening Ceremony Ong Kopitea

Sesuai dengan apa yang sudah ditentukan dalam dokumen reklamasi dan telah disetujui pemerintah, pihak perusahaan juga ditekankannya agar mereklamasi yang telah selesai.

"Karena kita lihat sumber air (banjir) ini juga terlihat selain dari curah hujan juga area yang sudah terbuka dan area yang belum di reklamasi. Debit air memang cukup tinggi, dan gorong-gorong belum siap, akhirnya meluap ke jalan," pungkas Azwar. (*)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved