Ekonomi dan Bisnis

Ketangguhan Petani Kongbeng di Kutim, Penghasil 6 Ton Padi dalam Satu Kali Panen

Petani Kongbeng unggul dalam penyedia obat atau pupuk yang baik, serta memiliki bibit yang berkualitas.

Penulis: Syifaul Mirfaqo | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/BUDI SUSILO
ILUSTRASI Kegiatan petani dalam bercocok tanam. Petani Kongbeng Kutai Timur, unggul dalam penyedia obat atau pupuk yang baik, serta memiliki bibit yang berkualitas. 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Selain Kecamatan Kaubun di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) yang dikenal kaya akan hasil tani, Kecamatan Kongbeng juga merupakan salah satu wilayah penghasil padi.

Kepala Dinas Peternakan dan Pertanian Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Dyah Ratnaningrum menerangkan ada sekitar 315 hektar lahan tani di Kongbeng.

“Iya lahannya ada segitu, dan itu salah satu yang terbesar setelah Kaubun, kurang lebih sekitar 315 hektar yang ada di sana,” ucapnya pada TribunKaltim.co, Rabu (21/9/2022).

Petani Kongbeng unggul dalam penyedia obat atau pupuk yang baik, serta memiliki bibit yang berkualitas.

Baca juga: Poktan Abadi Jaya di Kongbeng Kutai Timur Jadi Pilot Project Petani Digital 4.0

Terlebih, kini Kecamatan Kongbeng juga telah dilengkapi dengan sistem pengairan dari Bendung Daerah Irigasi Pesap.

“Salah satu daya dukung tani, yakni pengairan sudah bagus di sana (Kongbeng). Ada bendungan, nah dari bendungan yang ada sehingga untuk perairannya jelas,” ucapnya.

Bahkan, Kecamatan Kongbeng merupakan kecamatan terbaik kedua setelah Kaubun di bidang pertanian.

Semua aspek pendukung pertanian di Kongbeng tercukupi, seperti luasan lahan, Sumber Daya Manusia (SDM) Tani, dan sistem pengairan yang sedia sepanjang tahun.

Baca juga: Atasi Krisis Pangan Global, Menteri Syahrul Ingin Perkuat Pertanian Modern

“Beruntungnya juga mereka bukan tadah hujan yang musiman, SDM yang ada juga mencukupi, jadi mereka seperti Kaubun,” ujarnya.

Produktivitas Kecamatan Kongbeng juga cukup tinggi, yakni bisa mencapai enam ton dalam satu kali panen di luasan satu hektar.

Bendung Daerah Irigasi Pesap, di Desa Miau Baru Kecamatan Kongbeng, Kabupaten Kutai Timur.
Bendung Daerah Irigasi Pesap, di Desa Miau Baru Kecamatan Kongbeng, Kabupaten Kutai Timur. (HO/HUMAS PEMPROV KALTIM)

Angka ini sudah cukup tinggi dibandingkan lahan tani yang masih mengandalkan pengairan sistem tadah hujan.

“Kalau yang produktivitas rendah itu yang pakai tadah hujan. Nah ini yang sangat disayangkan,” ujarnya. (*)

 

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved