Opini

Menumbuhkan Budaya Literasi di Lingkungan Keluarga Melalui Mendongeng

Berdasarkan hasil studi Programme for International Student Assessment (PISA) tahun 2018 yang dirilis oleh Organisation for Economic Co-operation and

Editor: Rahmad Taufiq
DOK/PRIBADI
Andi Jumiati, S.Pd, Guru Bahasa Inggris di SMAN 1 Nunukan. 

TRIBUNKALTIM.CO - Berdasarkan hasil studi Programme for International Student Assessment (PISA) tahun 2018 yang dirilis oleh Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) menunjukkan bahwa kemampuan peserta didik dalam membaca, meraih skor rata-rata 371, dengan skor rata-rata OECD yakni 487.

Penulis yang juga merupakan guru di daerah perbatasan, merasakan hal tersebut relate dengan yang terjadi di lapangan. Mengapa demikian?

Karena saat literasi digaungkan di lingkungan sekolah dengan penerapan literasi 15 menit sebelum proses belajar mengajar dilakukan. Kebanyakan murid malah bermain TikTok lewat gawai mereka atau chat dengan teman lewat WhatsApp.

Mereka mengabaikan aturan sekolah berupa penerapan literasi 15 menit sebelum mulai pelajaran.

Padahal guru yang berada di kelas telah mengingatkan untuk segera membaca. Bayangkan saja jika satu orang guru mengawasi 36 peserta didik secara bersamaan.

Baca juga: Bahasa Inggris Bukan Jadi Mata Pelajaran Wajib, Ada Apa dengan Pasal 81 RUU Sisdiknas?

Waktu yang 15 menit untuk kegiatan literasi pagi akhirnya terbuang percuma. Sebagai seorang guru saya pikir literasi ini harus menjadi kebiasaan sejak dini agar budaya literasi dapat terbangun dengan sendirinya.

Definisi literasi menurut KBBI yakni kemampuan menulis dan membaca. Sedangkan menurut Elizabeth Sulzby (1986) literasi adalah kemampuan berbahasa yang dimiliki oleh seseorang dalam berkomunikasi (membaca, berbicara, menyimak, dan menulis) dengan cara yang berbeda sesuai dengan tujuannya.

Dari kedua definisi tersebut penulis menyadari ada sesuatu yang salah dan perlu dibenahi dalam penerapan literasi itu sendiri.

Ketika telah menginjak bangku SMA, contohnya, tapi peserta didik tidak menyadari bahwa literasi itu sangat penting dan manfaatnya juga sangat banyak.

Maka yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana peran orangtua dalam membudayakan literasi di lingkungannya sejak dini?

Halaman
1234
Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved