Ibu Kota Negara

Khawatir Disparitas Terlalu Jauh dengan IKN, Hamdam Bakal Permudah Peluang Investasi ke PPU

Pelaksana Tugas atau Plt Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Hamdam turut hadir dan terlibat dalam dialog yang digelar DPD (Dewan Perwakilan Daerah) RI

TRIBUNKALTIM.CO/NIKEN DWI SITONINGRUM
Hamdam, Plt Bupati PPU mengungkapkan kekhawatirannya pada kondisi Kabupaten PPU yang mana hanya satu kecamatan saja yang dilibatkan/diikutkan dalam rencana pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. TRIBUNKALTIM.CO/NIKEN DWI SITONINGRUM 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Pelaksana Tugas atau Plt Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Hamdam turut hadir dan terlibat dalam dialog yang digelar DPD (Dewan Perwakilan Daerah) RI bersama dengan perwakilan dari Kedutaan Besar Belanda di Indonesia, Kamis (22/9/2022) di Hotel Novotel Balikpapan.

Di tengah sesi dialog tersebut, Hamdam mengungkapkan kekhawatirannya pada kondisi Kabupaten PPU yang mana hanya satu kecamatan saja yang dilibatkan/diikutkan dalam rencana pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

“Kami juga ingin berkembang bersama dengan dibangunnya IKN ke depannya. Kami khawatir nanti semua orang (pemerintahan/pembangunan) hanya akan memikirkan IKN di Kecamatan Sepaku,” katanya.

“Padahal, PPU ini juga akan tetap menjadi bagian dari Kaltim nantinya,” tambahnya.

Ia tak ingin adanya disparitas yang jauh antara perkembangan pembangunan di kawasan IKN yang sangat maju dan tak seimbang dengan kondisi yang ada di Kabupaten PPU.

Baca juga: Dukung Akses Logistik ke IKN, Pembangunan Jalan ke Pelabuhan Buluminung Diusulkan ke Provinsi

“Jangan sampai orang lupa bahwa ada beberapa daerah di Kabupaten PPU yang juga harus mendapatkan perhatian, sehingga tak ada disparitas yang terlalu besar antara kawasan IKN dan Kabupaten PPU,” ucapnya di hadapan forum.

Hamdam mengungkapkan komitmennya dalam memberikan peluang berusaha dan berinvestasi seluas dan semudah mungkin di Kabupaten PPU, tak hanya di kawasan pembangunan IKN.

“Pemkab PPU bersama dengan Forkopimda berkomitmen dan solid untuk memberikan seluas-luasnya dan semudah-mudahnya akses kepada stakeholder yang ingin berpartisipasi untuk mendorong dan turut menyukseskan pembangunan IKN dan Kabupaten PPU di Kaltim,” tuturnya.

Ia menjelaskan, berbagai macam peluang yang bisa dikembangkan di Kabupaten PPU. Semisal, garis pantai yang dimiliki Kabupaten PPU berkisar 176 kilometer panjangnya dan yang sudah dikelola hanya sekitar 10 persennya saja.

“Kami pun meyakini bahwa pintu masuk logistik dan manusia dalam jumlah besar yang paling murah itu adalah lewat PPU,” bebernya.

Baca juga: Pemerintah Siapkan Dana Infrastruktur Rp 392 T, Berapa Porsi Proyek IKN Nusantara?

Hal tersebut menunjukkan peluang yang terbuka dalam hal pengembangan sektor kepelabuhanan dan juga kawasan industri.

“Sehingga, kami membuka peluang bagi siapa saja termasuk bagi Pemerintah Belanda jika ingin melakukan investasi di PPU,” tukasnya.

“Insya Allah (akan) kami permudah semudah-mudahnya untuk masuk investasi ke PPU,” ucapnya. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved