Berita Kutim Terkini

Kutai Timur Kaya Potensi Wisata Pantai, namun Wisatawan Dibayang-bayangi Ancaman Buaya

Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terkenal akan banyaknya potensi wisata alam, terutama pantai.

Penulis: Syifaul Mirfaqo | Editor: Rahmad Taufiq
TRIBUNKALTIM.CO/SYIFA'UL MIRFAQO
Keindahan panorama Pantai Teluk Lombok di Kecamatan Sangatta Selatan, Kabupaten Kutai Timur. TRIBUNKALTIM.CO/SYIFA'UL MIRFAQO 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terkenal akan banyaknya potensi wisata alam, terutama pantai.

Akan tetapi, ancaman binatang buas yang menguasai kawasan perairan yakni buaya membuat wisata pantai di Kutim menjadi kurang diminati.

Hal tersebut juga dibenarkan oleh Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kutim, Nurullah saat menyampaikan kekayaan potensi wisata di wilayahnya.

Dalam pemaparannya, Nurullah menyebutkan terdapat tiga pantai di Kutim yang saat ini diunggulkan yakni Pantai Teluk Lombok, Teluk Perancis, dan Sangkima.

Akan tetapi, banyaknya keluhan yang masuk baik dari pihak pengelola, masyarakat maupun wisatawan dari luar selalu mengenai buaya.

Baca juga: Tim Penakluk Tangkap Buaya Sangatta, Mengikat Rahang Memakai Tali

“Kita punya banyak wisata, tiga yang diunggulkan itu pantai. Hanya saja, keluhan yang disampaikan itu didominasi oleh buaya,” ujarnya pada TribunKaltim.co.

Saat ini, pihaknya masih menyusun langkah terbaik untuk menghilangkan keresahan bagi pengunjung di tiga pantai tersebut.

Mengingat, ada beberapa kasus yang telah terjadi akibat serangan buaya di lokasi tersebut.

Tak hanya itu, menurut perencanaan kemungkinan pihaknya akan memasang pagar pembatas di sisi pantai titik pertemuan air laut dan sungai.

“Sebenarnya itu masyarakat tidak boleh berenang di sebelah kiri yang merupakan jalannya si buaya, sudah kita pasang juga tulisan," ujarnya.

Baca juga: Khawatir Memakan Korban, Tim Gabungan Amankan Buaya di Danau Folder Sangatta Kutim

Nurullah menduga, wisatawan terlalu asyik menikmati pantai sehingga tidak mengindahkan rambu-rambu larangan yang sudah dipasang oleh pemerintah.

Pemasangan pembatas menjadi opsi terbaik untuk menghindari wisatawan mendatangi tempat-tempat rawan buaya.

"Memang sudah pernah diusulkan oleh Bupati Kutim untuk membangun penangkaran buaya, tetapi tentu akan memakan waktu," ujarnya. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved