IKN Nusantara

Pakar UGM Sarankan Jokowi Gaungkan Narasi Indonesia-Sentris Dibalik IKN Nusantara

Pakar UGM sarankan Jokowi gaungkan narasi Indonesia-Sentris dibalik IKN Nusantara

Penulis: Rafan Arif Dwinanto | Editor: Sandrio

TRIBUNKALTIM.CO - Narasi-narasi di sekitar megaproyek Ibu Kota Nusantara atau IKN Nusantara di Kalimantan Timur selama ini dinilai kurang kuat.

Sehingga, hal tersebut membuat “cita-cita besar” di balik proyek IKN Nusantara kurang tersampaikan.

Dilansir dari Kompas.TV, hal tersebut disampaikan Guru Besar Perencanaan Kota Universitas Gadjah Mada ( UGM) Yogyakarta Bakti Setiawan dalam diskusi "Skenario IKN" di Sleman, D.I.Yogyakarta, Rabu (21/9/2022) sore.

"Saya menilai yang kurang dari pembangunan IKN Nusantara adalah narasi-narasi yang besar dari Presiden Jokowi," kata Bakti.

Menurut Bakti, dengan narasi-narasi yang lebih kuat, cita-cita besar di balik pembangunan IKN dan apa yang diharapkan dari megaproyek tersebut semakin diketahui masyarakat.

Baca juga: Pemerintah Siapkan Dana Infrastruktur Rp 392 T, Berapa Porsi Proyek IKN Nusantara?

Baca juga: Tawaran Pemerintah untuk Investor IKN Nusantara di Kaltim, Ada HGU 95 Tahun dan HGB 80 Tahun

"Cita-cita besar di balik pembangunan IKN tersebut sampai saat ini tidak pernah tersampaikan," katanya.

Bakti menyatakan, pembangunan ibu kota baru Indonesia di Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, sebenarnya mendapat sambutan baik dari tokoh-tokoh di luar Jawa.

Megaproyek itu disebutnya sebagai simbol pembangunan yang tidak hanya terpusat di Jawa, atau Indonesia-sentris.

Sehingga, IKN Nusantara akan berdampak pada pembangunan di luar Pulau Jawa dan bersifat tidak Jawa-sentris.

“Narasi-narasi harus lebih diperkuat.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved