Berita Penajam Terkini

Rumah Maggot Solusi Tingkatkan Produksi Budidaya Ikan Air Tawar di Penajam Paser Utara

Budidaya ikan air tawar semakin diseriusi oleh warga Desa Sebakung Jaya. Apalagi saat ini pakan ikan bisa mereka produksi sendiri

Penulis: Nita Rahayu | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/NITA RAHAYU
Rumah pengembangbiakan maggot atau lalat hitam di Sebakung Jaya, dibangun oleh PT PHKT untuk bantu warga. 

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Budidaya ikan air tawar semakin diseriusi oleh warga Desa Sebakung Jaya. Apalagi saat ini pakan ikan bisa mereka produksi sendiri.

Seperti diketahui, hampir seluruh warga Desa Sebakung Jaya, telah membudidayakan ikan air tawar jenis patin dan biawan sejak beberapa waktu terakhir.

Hal itu seperti diungkapkan Ketua Kelompok Biawan Desa Sebakung Jaya, Muhammad Bintang Wahyu Kepada TribunKaltim.co.

Kata dia, pakan ikan merupakan salah satu yang mengeluarkan biaya paling banyak dalam membudidayakan ikan air tawar.

Baca juga: Budidaya Bulatih Dapat Tingkatkan Produksi Ikan Air Tawar di Desa Sebakung Jaya PPU

Namun, sejak adanya rumah maggot untuk pengembang biakan lalat hitam ini yang kemudian diolah menjadi pakan ikan, para pembudidaya pun cukup terbantu.

Rumah maggot ini kata Bintang, merupakan bantuan dari PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT).

"Kita diskusi dengan Pertamina, untuk mengganti pakan dengan maggot ini, kemudian di fasilitasi," ungkapnya Kamis (22/9/2022).

Selain bantuan rumah maggot beserta lahannya, warga Sebakung Jaya juga diberikan mesin pencacah, mesin membuat tepung, mesin pencetak dan lainnya.

Baca juga: Desa Sebakung Jaya Diusulkan Pilot Project Desa dengan Ketahanan Pangan Paling Baik di PPU

Seluruh peralatan tersebut digunakan untuk mengolah limbah menjadi maggot. Setelah maggot berubah menjadi lalat hitam, itulah kemudian diolah menjadi tepung dan menjadi protein, yang dianggap baik untuk pengembangbiakan ikan air tawar.

"Maggot ya dikeringkan kemudian dijadikan tepung sebagai pengganti pakan ikannya," katanya.

Produksi pakan dari lalat hitam ini, rencananya juga akan diperjual belikan, serta untuk memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat yang membudidayakan ikan air tawar di Sebakung Jaya.

Namun untuk saat ini, karena belum melakukan produksi massal maka pakan yang ada, sementara hanya cukup untuk anggota kelompok saja.

"Keseluruhan masyarakat kedepannya akan dipenuhi kebutuhannya, tapi saat ini untuk kelompok dulu, karena memang produksinya belum massal," sambungnya. (*)

 

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved