Berita Internasional Terkini

Saat AS, Barat dan PBB Mengutuk Dugaan Pelanggaran di Ukraina, Rusia Tetap Membela Invasinya

Rusia tetap bersikukuh membela invasinya di saat AS, Barat dan PBB mengutuk dugaan pelanggaran di Ukraina.

Sergei BOBYLYOV / SPUTNIK / AFP
Rusia tetap bersikukuh membela invasinya di saat AS, Barat dan PBB mengutuk dugaan pelanggaran di Ukraina. 

TRIBUNKALTIM.CO - Memasuki bulan ketujuh peperangan Rusia dan Ukraina, para pemimpin dunia kembali menyerukan pertanggungjawaban atas invasi tersebut.

Sebelumnya, invasi Rusia di Ukraina telah terjadi semenjak 24 Februari 2022 dan hingga kini belum mendapatkan titik penyelesaian.

Sehingga Amerika Serikat, Barat dan PBB mengutuk dugaan pelanggaran yang terjadi di Ukraina namun Rusia tetap membela invasinya.

Baca juga: 15 Persen Wilayah Ukraina Bakal Jadi Milik Rusia via Referendum, Amerika Berang

Para pemimpin dunia di Perserikatan Bangsa-Bangsa telah meminta Moskow untuk bertanggung jawab atas pelanggaran hak asasi manusia di Ukraina ketika Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov membela tindakan negaranya dalam perang tujuh bulan.

Hal itu diungkapkan langsung dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB tentang dugaan kekejaman yang dilakukan di Ukraina sejak invasi Rusia 24 Februari pada Kamis (22/9/2022).

Di sisi lain, Lavrov menuduh Ukraina menciptakan ancaman terhadap keamanan Rusia.

Baca juga: Akhirnya Rusia dan Ukraina Bertukar Tawanan Perang, Tanda Putin Akhiri Invasi?

Dan dengan berani menginjak-injak hak-hak orang Rusia dan penutur bahasa Rusia di Ukraina.

Sebagaimana dilansir dari aljazeera, Moskow menyebut perang itu sebagai operasi militer khusus.

Ukraina telah mendominasi diskusi di PBB, di mana para pemimpin dunia berkumpul untuk pertama kalinya sejak pandemi COVID-19.

Sesi khusus Dewan Keamanan berlangsung sehari setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan mobilisasi segera ratusan ribu pasukan cadangan untuk berperang dalam perang yang telah menewaskan ribuan orang, membuat jutaan orang terlantar, menghancurkan kota-kota dan merusak ekonomi global.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved