Berita Kutim Terkini

Sosok Mayat Laki-laki Gegerkan Warga Desa Sangkima Kutim, Polisi Dalami Penyebab Kematian

Telah ditemukan sesosok mayat yang menggegerkan warga Desa Sangkima, Kecamatan Sangatta Selatan, Kabupaten Kutai Timur

Penulis: Syifaul Mirfaqo | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/HO
Temuan mayat laki-laki di sebuah rumah Desa Sangkima, Kecamatan Sangatta Selatan, Kabupaten Kutai Timur. TRIBUNKALTIM.CO/HO 

TRIBUNKALTIM.CO,SANGATTA- Telah ditemukan sesosok mayat yang menggegerkan warga Desa Sangkima, Kecamatan Sangatta Selatan, Kabupaten Kutai Timur.

Mayat berjenis kelamin laki-laki tersebut ditemukan dalam sebuah rumah di Jalan Poros Sangatta-Bontang, KM 23, dalam keadaan tidak beridentitas.

Kapolsek Sangatta, Rihard Sihombing telah menerima laporan adanya mayat yang ditemukan pada Kamis (22/9/2022) sekira pukul 16.00 WITA tersebut.

"Terkait dengan jenazah itu sudah dievakuasi ke RSUD Kudungga untuk dilakukan visum," ujar kapolsek.

Pihak penyidik kepolisian ingin memastikan bahwa penyebab kematian jenazah tersebut tidak diakibatkan oleh kekerasan.

Baca juga: Sempat Mengeluh Sesak Nafas, Seorang Ojol di Samarinda Seberang Ditemukan Tewas

Baca juga: Pamit Bekerja Hingga 2 Hari Tak Pulang, Seorang Operator Ketinting Ditemukan Tewas Tergantung

Baca juga: Kondisi Terkini Pelaku yang Diduga Aniaya Istri hingga Tewas di Balikpapan, Belum Bisa Diperiksa

Apabila mayat laki-laki tersebut memang meninggal tanpa indikasi kekerasan atau pembunuhan, maka pihak kepolisian akan memulangkan jasadnya ke keluarga.

"Nanti biar penyidik koordinasi dulu bersama pihak rumah sakit, kalau misalnya tidak ada tanda-tanda kekerasan yang mungkin nanti diserahkan kepada keluarga untuk dilakukan pemakaman," ujarnya.

Belakangan diketahui, identitas mayat tersebut bernama Lukas dan merupakan warga yang berdomisili di Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan.

Semasa hidup di Desa Sangkima, Lukas dikenal tidak memiliki keluarga dan hidup sebatang kara.

Mendapat informasi ini, pihak kepolisian akan menunggu hasil visum untuk kemudian berkoordinasi dengan paguyuban Luwu Utara stempat untuk membantu mencari keluarga mendiang.

Baca juga: Kebakaran Maut di Bontang, Rumah Terbakar hingga Anak Usia 3 Tahun Tewas 

"Atau kalau tidak ada keluarga mungkin dari paguyuban Luwu, agar sekiranya nanti pengurusnya berkoordinasi untuk membantu meencari keluarganya," ujarnya. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel

 

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved