Panen Kedua Agrosolution Pupuk Kaltim, Produktivitas Kentang Kabupaten Malang Capai 33,9 Ton Per Ha

Pupuk Kaltim bersama Pemkab Malang dan HKTI Jawa Timur melakukan panen raya komoditas kentang melalui program Agrosolution.

Editor: Diah Anggraeni
HO/Pupuk Kaltim
Panen raya komoditas kentang oleh Manajemen Pupuk Kaltim bersama Pemkab Malang dan HKTI Jawa Timur, Kamis (22/9/2022). Melalui program Agrosolution, Pupuk Kaltim kembali berhasil tingkatkan produktivitas pertanian masyarakat dengan hasil rata-rata mencapai 33,9 ton per hektare.  

Dirinya menilai, program ini menjadi salah satu upaya strategis untuk mengonversi pemakaian pupuk subsidi ke nonsubsidi, melalui pendampingan intensif budidaya pertanian secara terintegrasi.

"Dari program ini diharap penerapan teknologi pertanian melalui agri input nonsubsidi makin dipahami oleh para petani, sehingga potensi hasil bisa terus ditingkatkan," ujar Nurcahyo.

Baca juga: Dorong Peningkatan Daya Saing, Pupuk Kaltim Gelar PAC dan PMMB 2022

Melihat tingginya produktivitas, Nurcahyo pun mengimbau petani kentang untuk terus meningkatkan pencapaian target komoditas agar lebih maksimal, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas.

Hal ini melihat potensi pemasaran kentang yang terus berkembang, sehingga proses pertanian dari hulu hingga hilir bisa terimplementasi secara berkelanjutan.

"Begitu juga terkait diversifikasi pangan, kentang menjadi salah satu bahan makanan yang bisa diolah dengan berbagai variasi untuk kebutuhan sehari-hari. Hal ini menjadi peluang pemasaran ke depan, sehingga potensi pertanian kentang makin berdampak terhadap kesejahteraan petani," ungkap Nurcahyo.

Ketua Kelompok Tani Gemah Ripah II Imam, mengatakan program Agrosolution memberi angin segar bagi petani kentang Desa Ngantru dalam meningkatkan produktivitas dan potensi pemasaran.

Termasuk berbagai kemudahan agri input yang didapatkan, menjadi salah satu faktor pendorong naiknya hasil panen dari sebelumnya.

Baca juga: Meriahkan IEE 2022 Series, SBU JPP Pupuk Kaltim Menuju Industri Maintenance dan Manufaktur Dunia

Dirinya berharap, program ini dapat terus diperluas di Kecamatan Ngantang, agar potensi kentang Kabupaten Malang bisa lebih meningkat dan berdampak terhadap kesejahteraan petani.

"Kami harap program ini bisa kembali dilaksanakan, agar ada standar operasional pertanian yang sesuai untuk diterapkan secara berkelanjutan dari beberapa kali ujicoba. Sehingga hasil yang kini didapat mampu dipertahankan, bahkan lebih meningkat lagi. Sebab pendampingan seperti ini sangat dibutuhkan petani, guna mendorong produktivitas hasil di masing-masing lahan," harap Imam. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved