Aksi Petani di DPRD Kaltim

Serikat Petani Indonesia Minta DPRD Kaltim Dorong Pemprov Lebih Perhatikan Nasib Petani 

Serikat Petani Indonesia (SPI) Kaltim yang datang menggelar aksi damai di DPRD, Jalan Teuku Umar, Samarinda, diundang untuk Rapat Dengar Pendapat.

Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Aris
TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD FAIROUSSANIY
Rapat Dengar Pendapat (RDP) Serikat Petani Indonesia (SPI) Kaltim dan DPRD Kaltim di gedung E Lantai 1, Senin (26/9/2022). Wakil Ketua DPRS Kaltim Seno Aji langsung menemui perwakilan petani yang mengadukan terkait nasibnya. (TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD FAIROUSSANIY) 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Serikat Petani Indonesia (SPI) Kaltim yang datang menggelar aksi damai di DPRD, Jalan Teuku Umar, Kota Samarinda, diundang untuk Rapat Dengar Pendapat (RDP) di gedung E Lantai 1.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) SPI Kaltim, S. Wahyudi ditemui usai rapat menyampaikan aksi damai ini masih berkaitan dengan momen Hari Tani Nasional.

Untuk kegiatan pertanian di Kaltim sendiri, dia ingin DPRD mendorong agar perhatian Pemprov Kaltim lebih nyata ke para petani.

Salah satunya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Solar bersubsidi yang mengalami kenaikan dan Pupuk subsidi yang ikut mnegalami lonjakan.

Baca juga: Komisi IV DPRD Samarinda Sebut Pendidikan Agama Sebagai Kunci Dalam Tekan Angka Korupsi

Kelompok tani dari daerah seperti Kota Samarinda, Balikpapan, Kabupaten Kutai Timur dan Kutai Kartanegara hadir dalam aksi serta mengikuti RDP.

"Sejauh ini kami menilai dan ingin DPRD optimal untuk mendorong agar program yang dibuat oleh Pemprov Kaltim maksimal berjalan sesuai jargonnya Kaltim Berdaulat," terang Wahyudi, Senin (26/9/2022).

Para petani, lanjut Wahyudi, juga susah menjangkau akses BBM.

Baca juga: Penanggulangan Stunting di Samarinda Tertinggi se-Kaltim, Wawali Sebut Jadi Tantangan bagi Pemkot

Ini juga diharap dapat disikapi oleh legislator yang  yang telah mendengarkan langsung uneg-uneg mereka. 

"Tidak mungkin jika kita mengisi BBM dengan membawa traktornya ke antrean SPBU, sementara jika kita bawa jeriken pasti tertangkap kan," tukasnya.

Wahyudi juga meyuarakan terkait sejumlah kasus penyerobotan lahan pertanian dari oknum di sejumlah daerah.

Baca juga: Cuaca Samarinda Hari Ini Senin 26 September 2022, Langit Berawan Tebal saat Pagi

Harapan agar pemerintah dapat memberikan perhatian penuh turut disampaikannya, agar penyerobotan lahan tidak terus-terusan terjadi dan petani bisa menggarap ladang dengan nyaman dan tenang.

"Ini tindakan kriminalisasi terhadap petani, itu juga kami sampaikan, jangan sampai justru lahan penopang pangan tergerus karena penyerobotan," pungkas Wahyudi. (*)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved