Minggu, 12 April 2026

Video Viral

Hasil Referendum, Warga di 4 Wilayah Ukraina Setuju Gabung Rusia, Zelensky Murka

Hasil referendum, warga di 4 wilayah Ukraina setuju gabung Rusia, Volodymyr Zelensky murka

Penulis: Rafan Arif Dwinanto | Editor: Sandrio

TRIBUNKALTIM.CO - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dalam pidato videonya pada Selasa (27/9/2022) malam mengungkapkan kemurkaannya atas referendum.

“Lelucon di wilayah pendudukan ini bahkan tidak bisa disebut referendum palsu,” kata Zelensky.

Dilansir dari Kompas.com, Duta Besar AS untuk PBB Linda Thomas-Greenfield mengatakan, pihaknya akan memperkenalkan resolusi di Dewan Keamanan PBB atas referendum tersebut.

Resolusi tersebut rencananya akan berisi seruan bagi negara-negara anggota untuk tidak mengakui perubahan apa pun di Ukraina dan mewajibkan Rusia untuk menarik pasukannya.

“Referendum palsu Rusia, jika diterima, akan membuka kotak pandora yang tidak bisa kita tutup,” kata Thomas-Greenfield pertemuan Dewan Keamanan PBB.

Baca juga: Zelensky Sedih Israel Tak Mau Beri Ukraina Iron Dome untuk Tangkal Roket Rusia

Baca juga: Putin Ingin Rusia Selamatkan Warga di 4 Wilayah Ukraina yang Gelar Referendum

Rusia memiliki kemampuan untuk memveto resolusi di Dewan Keamanan PBB.
Tetapi, Thomas-Greenfield mengatakan, jika Rusia mengeluarkan vetonya, Washington akan terdorong untuk membawa masalah tersebut ke Majelis Umum PBB.

"Setiap referendum yang diadakan di bawah kondisi-kondisi ini, di laras senjata, tidak akan pernah bisa mendekati bebas atau adil," kata Wakil Duta Besar Inggris untuk PBB James Kariuki.

Duta Besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia mengatakan dalam pertemuan itu bahwa referendum dilakukan secara transparan dan menjunjung tinggi norma-norma pemilu.

"Proses ini akan berlanjut jika Kyiv tidak menyadari kesalahannya dan kesalahan strategisnya dan tidak mulai dipandu oleh kepentingan rakyatnya sendiri dan tidak secara membabi buta melaksanakan kehendak orang-orang yang memainkannya," ucap Nebenzia.

Sebelumnya, Pejabat Rusia di empat wilayah pendudukan di Ukraina melaporkan, mayoritas pemilih dalam referendum memilih untuk bergabung dengan Rusia.

Referendum digelar di Donetsk, Luhansk, Zaporizhzhia, dan Kherson selama lima hari sejak Jumat (23/9/2022).

Keempat wilayah tersebut membentuk 15 persen dari wilayah Ukraina.
Penghitungan suara lengkap pada Selasa (28/9/2022) di empat wilayah tersebut berkisar antara 87 persen hingga 99,2 persen mendukung bergabung dengan Rusia.

Ketua majelis tinggi parlemen Rusia mengatakan, mereka mungkin mempertimbangkan aneksasi keempat wilayah itu secepatnya, pada 4 Oktober.
“Hasilnya jelas. Selamat datang di rumah, ke Rusia,” kata mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev melalu Telegram, sebagaimana dilansir Reuters.

Di dalam wilayah pendudukan, petugas yang dipasang Rusia memungut suara dengan memasuki rumah ke rumah.

Barat dan Ukraina menyebut pemungutan suara dan referendum tersebut tidak sah guna menciptakan dalih hukum bagi Rusia untuk mencaplok keempat wilayah tersebut. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved