Berita Penajam Terkini

Kuota Tahun ini Dikurangi, Gas Elpiji di Penajam Paser Utara Sudah Habis

Gas elpiji terutama yang berukuran tiga kilogram atau gas melon di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) untuk tahun 2022 ini telah habis.

Penulis: Nita Rahayu | Editor: Aris
TRIBUNKALTIM.CO/NITA RAHAYU
Kuota Gas Elpiji di PPU tahun ini dikurangi. (TRIBUNKALTIM.CO/NITA RAHAYU) 

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Gas elpiji terutama yang berukuran tiga kilogram atau gas melon di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) untuk tahun 2022 ini telah habis.

Hal itu seperti disampaikan Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) PPU Kuncoro kepada TribunKaltim.co.

Kata dia, kuota gas elpiji untuk PPU ditahun 2022 ini memang berkurang dibanding tahun sebelumnya.

Tahun ini seharusnya PPU mendapatkan kuota sebanyak 1 juta 500 tabung, namun dikurangi sebanyak 85 ribu tabung.

Baca juga: Cuaca Penajam Paser Utara Hari ini Rabu 28 September 2022, Cenderung Cerah Berawan

"Bahwa Penajam dikurangi kuotanya untuk tahun ini oleh Kementerian ESDM," ungkapnya Rabu (28/9/2022).

Penyebab gas elpiji cepat habis, lantaran banyaknya masyakarat yang kini beralih ke gas melon atau yang subsidi, pasca naiknya harga gas non subsidi beberapa waktu terakhir ini.

Kuncoro mengaku, konsumsi paling banyak masih dikalangan rumah tangga kemudian pelaku usaha.

"Gas yang non subsidi kan naik, jadi semua ke gas elpiji tiga kilo," lanjutnya.

Baca juga: Tunggakan Insentif ASN di Penajam Paser Utara Mulai Dibayarkan

Namun demikian, untuk kuota tahun 2023 mendatang pihaknya sudah mengajukan permintaan kepada Pertamina, agar kuota gas elpiji untuk PPU dikembalikan seperti jumlah semula.

"Yang jelas kami mengajukan penambahan kuota untuk tahun 2023 ini," jelasnya.

Ia juga sudah mewanti baik kepada agen dan pangakalan, agar memberikan gas elpiji khususnya yang bersubdisi, kepada yang berhak saja.

Baca juga: Cuaca Penajam Paser Utara Hari Ini Selasa 27 September, Langit Cerah Berawan di Pagi dan Siang

Hal itu merupakan upaya, agar penyalurannya bisa tepat sasaran.

"Artinya ditabung juga jelas hanya untuk masyarakat miskin," pungkasnya. (*)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved