Video Viral

Penjelasan Dibalik Video Viral Kaum LGBT Bebas Bermesraan di Kafe Kota Palangkaraya

Penjelasan dibalik video viral kaum LGBT bebas bermesraan di fafe di Palangkaraya

Penulis: Rafan Arif Dwinanto | Editor: Sandrio

TRIBUNKALTIM.CO - Video sekelompok orang yang diduga Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender ( LGBT) bikin heboh warga Kota Palangkaraya.

Dilansir dari Tribunnews.com, video berdurasi 21 detik yang menggambarkan aktivitas di dalam salah kafe itu viral di medsos.

Saat didatangi aparat kepolisian dan TNI, Rabu (28/9/2022) siang, pihak mengelola membantah tudingan seperti yang beredar di medsos tersebut.

Pengelola menegaskan tuduhan itu tidak benar dan tidak dikonfirmasikan ke pihaknya.

Sementara di masyarakat, reaksi sudah bermunculan.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Palangkaraya, KH Zainal Arifin kepada pers mendesak kepolisian dan pemerintah menyikapi secara secara serius informasi tersebut.

Baca juga: Momentum Hari Kemerdekaan RI, Ketua MUI Samarinda Ingatkan Jaga Negeri Agar Tetap Terang Bercahaya

Baca juga: Netflix dalam Masalah, Arab Saudi dan Negara Islam Kecam Tayangan dan Konten Menjurus LGBT

Mereka harus segera mengungkap apa yang sebenarnya terjadi di kafe tersebut agar tidak meresahkan masyarakat.

Kepolisian dan Satpol PP harus lebih intens mengontrol kafa atau tempat hiburan malam (THM) yang disalahgunakan fungsinya.

Hal itu perlu dilakukan kepolisian dan Satpol PP agar tidak terjadi ormas yang bergerak sendiri melakukan 'razia'.

"Jadi MUI mengimbau kepada aparat untuk merazia kafe-kafe yang diduga menjadi tempat berkumpulnya kelompok LGBT," tegas KH Zainal Arifin.

Reaksi juga diperlihatkan Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng.

Ketua Harian DAD Kalteng Andrie Elia saat dihubungi pers, secara tegasmengatakan apabila tudingan itu benar, pihaknya menolak apapun kegiatan LGBT di Bumi Tambun Bungai.

"Aparat kepolisian dan pemerintah daerah harus segera bertindak mengungkap yang sebenarnya," ucapnya.

"Kalau benar seperti yang disebutkan (di medsos), kita sangat menolak berbagai bentuk kegiatan LGBT di Kalteng," lanjut Andrie Elia.

Selain video 21 detik yang Viral di Medsos itu, beberapa hari lalu, kabarnya juga beredar surat undangan dari salah satu kelompok masyarakat yang akan menggelar kegiatan di sebuah hotel di Pangkaraya.

Menyikapi surat itu, DAD langsung melakukan klarifikasi ke pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

Pihak panitia saat diklarifikasi mengatakan kegiatan itu bukan konsolidasi kelompok LGBT tetapi membahas dinamika perkembangan kelainan perilaku menyimpang.

Hasilnya, kegiatan itu dibatalkan karena rentan terjadinya missinformasi yang bisa menimbulkan kegaduhan di masyarakat. (*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved