Berita Balikpapan Terkini

Usulan Insentif, Pasar Murah Bakal Digelar di Balikpapan

Pelaku Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM) telah melakukan penyesuain harga, akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang telah ditetapkan

TRIBUNKALTIM.CO/ARY NINDITA
Ketua Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Balikpapan Iwan Wahyudi.TRIBUNKALTIM.CO/ARY NINDITA 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN- Pelaku Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM) telah melakukan penyesuain harga, akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang telah ditetapkan oleh pemerintah. 

Seperti yang disampaikan Ketua Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Balikpapan Iwan Wahyudi, pelaku kuliner memutuskan mengubah harga dari sebelumnya, setelah sebagaian supplier melakukan penambahan harga.

Yang secara otomatis tentu akan berdampak kepada pelaku usaha lainnya, tidak hanya kuliner tetapi semua bidang industri baik kecil hingga besar.

Walau belum semua pihak menurutnya melakukan penyesuaian baru. 

Baca juga: Fasilitasi Pekan Raya Bontang 2022, Pupuk Kaltim Dorong UMKM Lokal Lebih Berdaya

Baca juga: Ojol juga Dapat! Cek Daftar Nama Penerima Bansos 2022 BLT BBM dan UMKM, Login eform.bri.co.id/bpum

Baca juga: BLT Rp1,2 juta Cair! Cek Penerima Bantuan UMKM 2022 Lewat Login eform,bri.co.id/bpum Pakai NIK KTP

“Teman-teman di HIMPI masih menggunakan harga lama, tapi dalam tahapan pembahasan serius agar bisa dilakukan penyesuaian harga juga. Kita juga tengah mendiskusikan, apakah perlu dikomunikasikan secara tertulis juga kepada instansi terkait,” ujarnya kepada awak media pada Rabu (28/9/2022).

Di kondisi sekarang, Iwan juga menyebut, bahwa harga material telah mengalami pertumbuhan atau naik 10 hingga 20 persen, baik untuk cat, besi, batu maupun bahan material lokal.

Menyikapi hal seperti ini, ia berujar perlu dilakukan sharing dan konsolidasi sebelum mengambil langkah dalam waktu dekat.

Iwan pun menuturkan, di satu sisi pertumbuhan ekonomi memang sedang bagus. Masuk masa pemulihan setelah dua tahun terakhir dihantam pandemi, ekonomi semakin baik.

Hanya saja ia katakan, penetapan kenaikan BBM yang digulirkan kembali memberikan pukulan.

“Kita harap jangan panik dulu, sembari menunggu gebrakan dari pemerintah agar bisa mencari solusi terbaik. Dan rekan-rekan nanti mungkin juga akan kembali mengusulkan insentif pajak, maupun insentif retribusi,” tukasnya.

Selain itu, mendorong pemerintah memberikan kemudahan kepada pengusaha maupun investor dalam mengajukan perizinan.

Terobosan Online Single Su (OSS) yang dilakukan pemerintah pun semakin cepat berkembang sehingga pertumbuhan investasi mencapai target.

Sehingga beban kenaikan BBM, maupun upah minimum kabupaten atau kota (UMK) yang diperkirakan bakal turut naik bisa mengimbangi beban produksi yang semakin membesar pula.

“Betul-betul yang kita harapkan, jika situasi perizinan itu dianggap lambat dan tidak jalan, maka dibikinkan payung hukumnya agar investor dan pengusaha yang tengah menjalankan pengembangan usaha semakin dipermudah dan merasa aman,” kata Iwan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved