Berita Kubar Terkini

DKP Kaltim dan Polairud Akui Sempat Kejar-Kejaran dengan Pelaku Illegal Fishing di Perairan Kubar

Razia kegiatan illegal fishing di Perairan Sungai Mahakam, Kabupaten Kutai Barat Kalimantan Timur sempat diwarnai aksi kejar-kejaran antara petugas

Penulis: Zainul | Editor: Aris
TRIBUNKALTIM.CO/ZAINUL
Kepala Satuan Polairud Polres Kubar, AKP Heru Santoso (kiri) dan Pengawas Perikanan Ahli Muda Bidang Pengawasan DKP Propinsi Kalimantan Timur, Irmanto (kanan) memberikan keterangan kepada awak media usai melakukan kegiatan razia illegal fishing di Perairan Sungai Mahakam, Kabupaten Kutai Barat. (TRIBUNKALTIM.CO/ZAINUL) 

TRIBUNKALTIM.CO, SENDAWAR  - Razia kegiatan illegal fishing di Perairan Sungai Mahakam, Kabupaten Kutai Barat Kalimantan Timur sempat diwarnai aksi kejar-kejaran antara petugas dan pelaku illegal fishing

Razia yang digelar Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kaltim bekerjasama dengan Satpolairud Polres Kutai Barat itu dilangsungkan sejak beberapa hari terakhir dan menyisir sekitar kawasan perairan sungai Mahakam yang mengarah di wilayah Kabupaten Kutai Barat (Kubar). 

Saat memasuki wilayah perairan sungai Mahakam tepatnya di kawasan Muara Pahu, petugas gabungan tiba-tiba  memergoki nelayan yang tengah asik menangkap ikan menggunakan alat setrum listrik. 

Menyadari ada petugas yang mendekati parahunya, nelayan yang tak diketahui identitasnya itu dengan sigap mengambil langkah seribu dengan memacu perahu ces (perahu keriting) yang ia tumpangi seorang diri.

Baca juga: Tertangkap Tangan Edarkan Sabu, Pemuda Asal Sekolaq Darat Diamankan Satresnarkoba Polres Kubar 

Lantaran curiga dengan aksi nelayan tersebut, petugas kemudian berupaya melakukan pengejaran namun karena kondisi cuaca yang tidak mendukung (hujan deras) serta minimnya penguasaan medan, petugas akhirnya kalah gesit dan kehilangan jejak nelayan tersebut.

Pengawas Perikanan Ahli Muda Bidang Pengawasan DKP Propinsi Kalimantan Timur, Irmanto mengatakan mengejaran terhadap belayan yang diduga sebagai pelaku illegal fishing itu dilakukan untuk memutus mata rantai aktifitas illegal fishing khususnya di Perairan Sungai Mahakam. 

"Jadi tim kami sempat melakukan pengejaran tersangka lainnya. Namun, tidak berhasil karena belum menguasai medan, memang dari medan kita kalah, mereka lebih tahu persis, mereka bisa menyelinap ke sungai-sungai kecil sedangkan armada kita tidak bisa mengejar sampai di situ," jelasnya, " Kamis (29/9).

Dia menegaskan, sebagaimana diketahui bahwa menangkap ikan dengan menggunakan alat setrum listrik adalah tindakan yang melanggar aturan dan dilarang keras karena dapat merusak keberlangsungan habitat ikan.

Baca juga: Sebanyak 100 Kampung di Kubar Siap Laksanakan Pilkades Serentak Awal 2023 

" Dengan kita amankan satu tersangka DS ini sebagai contoh supaya ada efek jera bagi pelaku illegal fishing lainnya," ujarnya. 

Menurutnya, operasi atau razia tersebut dilakukan karena banyak laporan dari para nelayan terkait maraknya tindakan ilegal fishing ke kantornya.

“Terkait kegiatan ini, jadi sebelumnya memang kami mendapat banyak laporan ada masyarakat yang melakukan ilegal fishing. Terutama di perairan umum dari setrum maupun racun.” terangnya.

Baca juga: Polisi Selidiki Kebakaran SPBU di Muara Lawa Kubar Akibatkan Korban Luka-luka dan 4 Kendaraan Hangus

Bukan hanya di Kutai Barat saja, menurut Irmanto hampir disemua perairan umum laporan dari pulbaket hampir semua sama. Hingga setiap tim turun ke lapangan keluhannya sama yaitu penggunaan alat penyetrum dan racun.

Dengan penangkapan itu, Irmanto berpesan agar kasus penangkapan ini menjadi contoh bahwa pelaku ilegal fishing akan diproses secara hukum.

“Kalau pesan kami, khususnya nelayan ya, jangan dijadikan alasan. Sebenarnya mungkin sebagian besar tahu kalau ini dilarang. Jangan dijadikan tameng alasan keluarga, alasan anak, terus melakukan tindakan yang melanggar undang-undang. Jadi ini dijadikan contoh, ini loh diproses lebih lanjut sampai ke pengadilan. Saya pastikan itu," tegasnya. (*)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved