Berita Samarinda Terkini

Gubernur Kaltim Isran Noor Target Kasus Stunting Turun 12,83 Persen Tahun 2024

Pemprov Kaltim menarget penurunan stunting bisa hingga persentase 12,38 persen di tahun 2024

TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY
Gubernur Kaltim Isran Noor optimis target Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) mampu menurunkan prevalensi stunting menjadi 12,83 persen pada tahun 2024 nanti tercapai.TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA- Pemprov Kaltim menarget penurunan stunting bisa hingga persentase 12,38 persen di tahun 2024.

Gubernur Kaltim Isran Noor mengatakan bahwa angka stunting di Benua Etam sendiri sudah berkurang hingga 6 persen.

Menurut Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021, angka prevalensi stunting di Kaltim berada di bawah rata-rata nasional.

Melihat itu, Isran Noor optimis target Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kaltim mampu menurunkan prevalensi stunting menjadi 12,83 persen pada tahun 2024 nanti tercapai.

Target tersebut jadi konsen pemerintah dan diperlukan kerja keras secara bersama-sama untuk mencapai target tersebut.

Baca juga: Kasus Stunting di Sepaku Paling Banyak, Upaya Pencegahan Turut Dilakukan Kodim 0913 PPU

Baca juga: Dandim Kutim dan Istri Jadi Bapak dan Bunda Asuh Anak Stunting di Wilayah Kutai Timur

Baca juga: Kodam VI/Mulawarman Minimalisir Angka Stunting, Pangdam dan Istri Dianugerahi Predikat Orangtua Asuh

"Saya mengajak semua pihak agar membentuk TPPS hingga tingkat desa. Agar aksi nyata penurunan stunting berjalan terpadu dan diperoleh hasil maksimal," tegas Isran Noor, Kamis (29/9/2022).

"Kalau setiap tahun minimal 5 persen, maka dua tahun (2022-2023) bisa 10 persen dan target 12,83 persen pada 2024 bisa tercapai," sambubgnya.

Sementara itu, terkait stunting Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi yang sekaligus Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) mengatakan, konvergensi percepatan penanggulangan stunting merupakan upaya untuk mencetak generasi emas bagi bangsa Indonesia di 2045.

Kondisi terkini, angka prevalensi stunting di Kaltim mengalami penurunan 5,29 persen dalam dua tahun, yakni dari sebesar 28,09 persen pada 2019, turun menjadi 22,8 persen pada 2021.

Dan ditargetkan dapat turun sebanyak 14 persen pada 2024 mendatang.

"Jadi bukan hanya sekedar angka saja, itu biasa saja, tapi yang harus kita sadari adalah harus selalu berpikir melahirkan generasi emas, yaitu bagaimana anak-anak kita dalam tumbuh kembangnya bisa terbebas dari segala macam penyakit, salah satunya dari stunting," terang Hadi Mulyadi.

Hadi Mulyadi mengatakan pihaknya konsen dalam penanggulangan stunting pada tiga sasaran.

Pertama anak-anak remaja pra nikah, memastikan remaja yang benar-benar siap menikah baik dari segi umur, fisik, hingga psikis.

Kedua, ibu-ibu muda yang sedang hamil, dan ketiga adalah tumbuh kembang anak balita atau usia dini.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved