Berita Kaltim Terkini

3 Sasaran Penanggulangan Stunting di Kalimantan Timur

Kondisi terkini, angka prevalensi stunting di Kaltim mengalami penurunan 5,29 persen dalam dua tahun belakangan

Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/BUDI SUSILO
Penanganan kasus stunting di Kalimantan Timur butuh peran semua pihak. Dimulai dari tingkat keluarga. Kondisi terkini, angka prevalensi stunting di Kaltim mengalami penurunan 5,29 persen dalam dua tahun belakangan ini. TRIBUNKALTIM.CO/BUDI SUSILO 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Wagub Kalimantan Timur, Hadi Mulyadi mengatakan pihaknya konsentrasi dalam penanggulangan stunting pada tiga sasaran di Provinsi Kalimantan Timur.

Pertama anak-anak remaja pra nikah, memastikan remaja yang benar-benar siap menikah baik dari segi umur, fisik, hingga psikis.

Kedua, ibu-ibu muda yang sedang hamil, dan ketiga adalah tumbuh kembang anak balita atau usia dini.

Tentu ini bukan pekerjaan sederhana, ini pekerjaan luar biasa. Semua pihak harus mencetak generasi emas di 2045 atau saat 100 tahun Indonesia merdeka.

Baca juga: Kasus Stunting di Sepaku Paling Banyak, Upaya Pencegahan Turut Dilakukan Kodim 0913 PPU

"Ini harus kita siapkan dari sekarang. Dengan membebaskan Kaltim dari stunting. Insya Allah, saya yakin 10 kabupaten dan kota siap bekerja bersama dengan seluruh stakeholder terkait untuk mewujudkannya," jelasnya.

Dinas Kesehatan Kaltim sendiri beberapa waktu lalu juga memberi penghargaan ke Kabupaten/Kota tepatnya pada Penilaian Kinerja Kabupaten/Kota dalam rangka Konvergensi Percepatan Penanggulangan Stunting tingkat Provinsi, Senin (19/9/2022).

Kepala Dinas Kesehatan Kaltim dr Jaya Mualimin, mengatakan penghargaan diberikan ke enam kabupaten/kota yang sudah melaksanakan 8 aksi konvergensi penurunan stunting.

Analisis situasi, rencana kegiatan, rembuk stunting, perwali atau perbup tentang peran desa atau kelurahan, pembinaan kader pembangunan manusia, sistem manajemen data stunting, pengukuran dan publikasi data stunting, dan reviu kinerja tahunan.

Baca juga: GAWAT, Kasus Stunting Capai 42 Persen di Lokasi IKN, Paling Tinggi se-Kabupaten PPU

"Peringkat satu diraih Kota Samarinda, peringkat kedua Kabupaten Kutai Kartanegara, peringkat ketiga Kabupaten Penajam Paser Utara, peringkat keempat Kota Balikpapan, peringkat kelima Kabupaten Kutai Barat dan peringkat keenam Kabupaten Kutai Timur," terang dr Jaya.

Keberhasilan menurunkan angka stunting dari 28,09 persen menjadi 22,8 persen, dinilainya keberhasilan dari hasil kerja sama semua pihak.

Mulai pemerintah, lintas organisasi perangkat daerah, organisasi kemasyarakatan, organisasi keagamaan, akademisi, dan pihak lain.

Dalam rangka percepatan penurunan stunting, ada banyak yang akan dilakukan Pemprov Kaltim seperti pemberian gizi bagi balita, ibu hamil dan menyusui, pendidikan bagi remaja putri.

"Tentunya dilakukan melalui lintas sektor," pungkas dr Jaya.

Optimis Capai Target 2024

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved