Berita Balikpapan Terkini

Griyaku Renovasi 70 Rumah Tak Layak Huni di Balikpapan

Melalui proyek perubahan (proper) yang dilaksanakan Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperkim) Kota Balikpapan, Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan ber

TRIBUNKALTIM.CO/NIKEN DWI SITONINGRUM
Arfiansyah, Kepala Disperkim Kota Balikpapan menyebutkan tahun ini ada 4 rumah yang dibantu melakukan renovasi atau perbaikan oleh bantuan CSR melalui asosiasi dan beberapa perusahaan sebesar Rp 105 juta. TRIBUNKALTIM.CO/NIKEN DWI SITONINGRUM 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Melalui proyek perubahan (proper) yang dilaksanakan Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperkim) Kota Balikpapan, Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan berkomitmen untuk melakukan perbaikan pada 70 unit rumah tidak layak huni sehingga menjadi layak huni. 

Bantuan ini masuk dalam proper yang diusung Disperkim, yaitu Griyaku atau Gerakan Stimulan Peningkatan Kualitas Rumah Layak Huni.

Griyaku ini merupakan wujud kolabarasi bersama pentahelix bersama dengan pemerintah, akademisi, badan atau pelaku usaha, masyarakat atau komunitas, serta media.

Bantuan stimulan ini sudah memiliki dasar hukum berupa Perwali Nomor 21 tahun 2022 tentang Bantuan Stimulan Peningkatan Rumah Layak Huni.

Kepala Disperkim Balikpapan, Arfiansyah menyebutkan tahun ini ada 4 rumah yang dibantu melakukan renovasi atau perbaikan oleh bantuan CSR melalui asosiasi dan beberapa perusahaan sebesar Rp 105 juta.

Baca juga: Disperkim Launching Griyaku Balikpapan Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas RTLH di Kota Balikpapan

Adapun, dalam APBD Perubahan Kota Balikpapan tahun 2022 bulan Oktober hingga Desember telah dialokasikan dana sebesar Rp 1,3 miliar untuk bantuan stimulan perbaikan pada 66 unit RTLH (Rumah Tidak Layak Huni).

“Pada tahun 2023, Disperkim mengalokasikan Rp 2 miliar pada 100 rumah yang mendapat stimulan bantuan rumah layak huni,” ucapnya.

Syarat yang harus dipenuhi untuk dapat menerima bantuan stimulan tersebut, yakni berkeluarga, MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah), alasan yang sah dan hanya memiliki satu-satunya rumah yang akan direnovasi.

“Dengan kriteria itu, dia dapat stimulan bantuan rumah layak huni. RTLH bisa terjadi karena bencana, bisa juga karena tidak ada kemampuan anggaran dari pemilik itu,” tuturnya.

Bantuan stimulan yang akan disalurkan berupa bahan material bangunan senilai Rp 20-30 juta per rumah.

“Ini stimulan, bukan buat bangun rumah baru dengan merubuhkan rumah lama. Ini sifatnya stimulan untuk perbaikan rumah dari Pemkot dan juga CSR,” ujarnya.

Baca juga: Sambut HUT ke-75 RI, Pangdam VI/Mulawarman Serahkan Kunci RTLH bagi Warga Kurang Mampu di Balikpapan

Kini, pihak Disperkim masih melakukan pendataan RTLH yang ada di Balikpapan hingga Desember 2022 dengan melibatkan RT, lurah dan kecamatan.

Proper Griyaku Balikpapan, tambah Arfiansyah, merupakan bagian dari upaya Disperkim dalam menyelesaikan 5 isu strategis di bidang perumahan dan permukiman, antara lain masih tingginya kebutuhan rumah, baik kepemilikan maupun hunian, tingginya RTLH, rendahnya SPM (Standar Pelayanan Minimal) perumahan dan tingginya permukiman kumuh perkotaan serta  masih rendahnya penyerahan PSU (prasarana, sarana dan utilitas umum) perumahan kepada pemerintah kota.

“Griyaku diyakni dapat menangani permasalahan perumahan dan permukiman yang tentunya permasalahan itu mengakar atau berpedoman pada RPJMD Balikpapan, yakni terwujudnya Balikpapan sebagai kota terkemuka yang nyaman dihuni, modern, sejahtera dan madinatul iman,” tukasnya. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved