Berita Samarinda Terkini

Rencana Forum Peduli Guru Samarinda 3 Oktober 2022, Reaksi Atas Pemberian Insentif

Forum Peduli Guru memutuskan untuk langsung beramai-ramai mendatangi Balai Kota pada Senin 3 Oktober 2022 untuk melakukan audiensi.

Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/BUDI SUSILO
ILUSTRASI Guru, pahlawan bangsa. Forum Peduli Guru memutuskan untuk langsung beramai-ramai mendatangi Balai Kota pada Senin 3 Oktober 2022 untuk melakukan audiensi dengan Wali Kota Samarinda Andi Harun. TRIBUNKALTIM.CO/BUDI SUSILO 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Forum Peduli Guru memutuskan untuk langsung beramai-ramai mendatangi Balai Kota pada Senin 3 Oktober 2022 untuk melakukan audiensi bersama kepala daerah. 

Tentu saja membincangkan terakit instentif guru di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur

Sebelum agenda itu terlaksana, para guru di Kota Samarinda melakukan aksi, berkumpul bersama-sama di area publik. 

Ratusan guru di Kota Samarinda ini berkumpul memadati Gedung Bahampas di Kawasan GOR Segiri Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur.

Baca juga: Komisi IV DPRD Samarinda Minta Pemkot Sosialisasikan Surat Edaran Terkait Insentif Guru

Mereka melakukan konsolidasi dalam rangka merespon Surat Edaran Pemberian Insentif guru. Kamis (29/9/2022).

Surat Edaran Nomor: 420/9128/100.0 Tentang Penyelenggaraan Insentif Guru dan Tenaga Kependidikan, dinilai merugikan guru.

"Ini berkumpulnya atas reaksi surat edaran yang tersebar di kalangan para guru yang menurut kami disini itu sangat merugikan untuk para guru," kata Muhammad Iqro Ketua Forum Peduli Guru, Kamis (29/9/2022).

Ia mengatakan Forum Peduli Guru memutuskan untuk langsung beramai-ramai mendatangi Balai Kota pada Senin 3 Oktober 2022 untuk melakukan audiensi dengan Wali Kota Samarinda Andi Harun.

Baca juga: Inilah 3 Pelamar Prioritas PPPK Guru 2022, Berikut Link Tautan dan Ketentuan Seleksinya

Diperkirakan massa yang akan hadir sekitar 10 ribu lebih guru, sesuai dengan jumlah guru yang ada di Samarinda.

Sebagai seorang guru, ia mengaku sedih dengan terbitkan surat edaran tersebut.

"Sedih, dalam artian yang kita harapkan dari pertemuan-pertemuan sebelumnya, justru turun," ungkapnya.

FPG bersepakat untuk fokus pada isu utama bahwasanya tidak dibedakan dalam hal pemberian tunjangan, termasuk juga dengan pegawai lain di lingkungan Pemkot Samarinda.

Baca juga: Berita PPPK 2022 Terbaru: Info Seleksi PPPK Guru, Cukup Pakai Foto Saja, Tengok Nasib Disabilitas

"Pertama mencabut surat edaran tersebut, selanjutnya merevisi Perwali nomor 5 tahun 2021, yang dimana disitu mengecualikan para guru, karena ingin kesetaraan dan keadilan" ujarnya.

(TribunKaltim.co/Sarikatunisa)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved