IKN Nusantara

Tak Ditemui di Negara Lain, Penghuni IKN Nusantara Langsung Berinteraksi dengan Alam

Tak ditemui di negara lain, penghuni IKN Nusantara langsung berinteraksi dengan alam

Penulis: Rafan Arif Dwinanto | Editor: Sandrio

TRIBUNKALTIM.CO - Kehidupan di Ibu Kota Nusantara atau IKN Nusantara bakal unik dan tidak ditemukan di belahan lain dunia.

Mengusung konsep Forest City, kehidupan penghuni IKN Nusantara akan berinteraksi dengan kondisi yang alami.

Demikian diungkapkan Gubernur Kaltim Isran Noor.

Diketahui, pembangunan proyek fisik di IKN Nusantara, Kalimantan Timur sudah dimulai.

Dilansir dari Kompas.com, hingga saat ini, progresnya terus berjalan untuk pembangunan infrastruktur seperti akses jalan, kantor pemerintahan hingga Istana Presiden.

Namun, pembangunan IKN masih saja dikhawatirkan oleh sejumlah pihak.

Salah satunya kekhawatiran ekosistem di wilayah pesisir dan mangrove di Kaltim.

Baca juga: Andi Harun Siapkan APBD untuk SDM Samarinda Demi Kompetisi di IKN Nusantara

Baca juga: Dipimpin Jokowi, Badan Otorita IKN Nusantara Undang Investor Luar dan Dalam Negeri

Khususnya di wilayah Balikpapan yang memiliki hutan mangrove cukup luas. Namun, Gubernur Kaltim Isran Noor membantah bahwa pembangunan IKN akan berdampak pada kawasan hutan mangrove di sekitar Balikpapan.

Menurutnya pembangunan IKN juga tidak akan berdampak pada ekosistem laut maupun pesisir.

Sebab, pemerintah tentu mengedepankan pemeliharaan lingkungan dan hutan.

“Jauh itu mangrove, enggak akan terganggu. Kalau pelabuhan yang ada enggak ada masalah, kita pelihara buaya mulai dari darat sampai laut,” ujarnya pada Rabu (28/9/2022).

Ia menjelaskan, konsep pembangunan IKN yakni Forest City, di mana pemerintah akan mengedepankan nuansa alam yang hijau namun cukup modern.

Bahkan konsep ini belum ada di negara lain, sehingga kehidupan di IKN akan menyatu dengan lingkungan dan ekosistem hutan di wilayah tersebut juga terjaga.

"Kehidupan di sana beda, tidak ada di dunia, kita akan berinteraksi dengan alam, satwa, dengan kondisi alami yang endemik," tandasnya.

Halaman
12
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved