IKN Nusantara

Jadi Potensi Pembiayaan, 65 Persen Area IKN Nusantara Berfungsi Sebagai Carbon Sink

Jadi potensi pembiayaan, 65 persen area IKN Nusantara berfungsi sebagai carbon sink

Penulis: Rafan Arif Dwinanto | Editor: Faizal Amir

TRIBUNKALTIM.CO - Kepala Badan Otorita IKN Bambang Susantono menyampaikan pembangunan Ibu Kota Nusantara hingga 2024 akan bertumpu pada APBN.

Namun diharapkan hingga tahun 2025 pembiayaan dari non APBN akan mengambil porsi utama yakni 85 persen.

Dilansir dari Kontan, pembiayaan dari sektor swasta ini antara lain meliputi public private partnership (PPP), termasuk user payment ataupun availability payment.

Dalam hal ini pemerintah dapat memberikan jaminan dukungan pembangunan sebagian maupun viability gap fund.

Selanjutnya partisipasi perusahaan seperti investasi BUMN dan sektor swasta, hingga penunjukan BUMN oleh pemerintah.

Kemudian skema pembiayaan internasional yakni hibah atau pembiayaan untuk green city dan smart city melalui kerjasama bilateral atau multilateral dan lembaga internasional.

Terakhir skema pembiayaan kreatif yakni blended financing, crowd funding, carbon trading dan filantropi.

Untuk skema pembiayaan melalui carbon trading Bambang mengatakan, memiliki potensi yang tinggi karena IKN Nusantara memiliki 65

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved