Berita Balikpapan Terkini

Dewi Priyani, Designer Batik Balikpapan yang Mengangkat Kearifan Budaya Kalimantan

Dalam mencanting, wanita berusia 51 tahun itu mengaku paling lama mencanting 1 kain batik selama 2 sampai 3 bulan dengan motif yang rumit

Penulis: Ardiana | Editor: Budi Susilo
HO/DEWI
Dewi Priyani mengatakan karyanya memiliki pelanggan yang beragam, dan mayoritas adalah ibu muda yang suka dengan warna dengan corak yang cerah. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Dalam Merayakan Hari Batik Nasional yang jatuh pada tanggal 2 Oktober, Tribunkaltim.co menjajaki deretan pameran batik di Atrium Plaza Balikpapan.

Salah satu stand pameran bernama DNL Collection menyuguhkan sederet kain Batik yang mengangkat budaya Kalimantan timur.

Seperti motif teluk Balikpapan, Motif bawang tiwai, motif buaya teritip, motif batik kangkung, dan lain-lain.

Beberapa motifnya yang unik itu bahkan sudah terdaftar di HAKI.

Baca juga: Semarak Ulang Tahun Ke-19, BLC Balikpapan Gelar Batik For Future Life 2022

Pemilik butik tersebut, Dewi Priyani mengatakan karyanya memiliki pelanggan yang beragam, dan mayoritas adalah ibu muda yang suka dengan warna dengan corak yang cerah.

"Paling banyak itu ibu-ibu muda. Karena saya buat batiknya dengan warna cerah. Mereka yang suka warna warna corak yang "berani","

Dalam mencanting, wanita berusia 51 tahun itu mengaku paling lama mencanting 1 kain batik selama 2 sampai 3 bulan dengan motif yang rumit.

Sedangkan untuk motif yang mudah, ia hanya memerlukan waktu 1 Minggu untuk mencanting.

Sebagai orang yang gemar membatik sedari kecil, tentu Dewi sangat menjaga setiap karyanya.

Ia mengaku selalu membersihkan dan merawat kain batiknya dengan telaten.

"Perawatannya gak boleh di taruh ditempat lembab. Dan setiap sebulan sekali dibersihkan dan di kasi penguapan biar gak ada jamur. Dia gak boleh terlalu dingin juga karena nanti lapuk. Kadang juga dikasi bubuk merica akar wangi biar gak ada rayap,"jelasnya.

Baca juga: Buka Rekening bank bjb Bisa Dapat Tiket Nonton Solo Batik Music Festival

Meski begitu, terkadang wanita yang juga pengusaha dibidang supplier tersebut mengaku sulit tidak mood mencanting saat kondisi cuaca ekstrim karena sangat berpengaruh pada warnanya

"Tergantung cuaca. Karena kalau hujan warna nya gak keluar. Kayak bantet gitu. Gak terang," pungkasnya. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved