Tragedi Arema vs Persebaya

Terbaru! Terjawab Apa Penyebab Kerusuhan di Kanjuruhan dan Pintu Stadion Ditutup? Ini Kata Mahfud MD

Kabar terkini! terjawab apa sudah penyebab kerusuhan di Kanjuruhan dan benarkah pintu stadion kanjuruhan ditutup? simak penjelasan Mahfud MD.

Editor: Doan Pardede
(KOMPAS.COM/Imron Hakiki)
Mobil K-9 dibalik oleh supporter Aremania dalam kericuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022). Kabar terkini! terjawab sudah apa penyebab kerusuhan di Kanjuruhan dan benarkah pintu stadion kanjuruhan ditutup? simak kabar terbaru dan penjelasan Mahfud MD. 

Menurut info, dua di antaranya anggota Polri.

"Yang meninggal di stadion ada 34 sisanya di rumah sakit saat upaya proses penolongan."

"Selain itu, 180 orang masih dalam proses perawatan dilakukan upaya penyembuhan," ungkap Nico di Polres Malang, Minggu (2/3/2022) dini hari.

Terbaru, pihak kepolisian dan pihak terkait merilis daftar nama korban meninggal dunia akibat insiden tersebut.

Berikut daftar korban meninggal Arema vs Persebaya

Inilah daftar nama korban Arema vs Persebaya, kronologi dan penyebab banyaknya yang meninggal dunia di stadion Kanjuruhan Malang.
 Kabar terkini! terjawab sudah apa penyebab kerusuhan di Kanjuruhan dan benarkah pintu stadion kanjuruhan ditutup? simak kabar terbaru dan penjelasan Mahfud MD.. (IST)

Data daftar korban meninggal Arema vs Persebaya

Inilah daftar nama korban Arema vs Persebaya, kronologi dan penyebab banyaknya yang meninggal dunia di stadion Kanjuruhan Malang.
 Kabar terkini! terjawab sudah apa penyebab kerusuhan di Kanjuruhan dan benarkah pintu stadion kanjuruhan ditutup? simak kabar terbaru dan penjelasan Mahfud MD.(IST)

Data daftar korban meninggal Arema vs Persebaya

Inilah daftar nama korban Arema vs Persebaya
 Kabar terkini! terjawab sudah apa penyebab kerusuhan di Kanjuruhan dan benarkah pintu stadion kanjuruhan ditutup? simak kabar terbaru dan penjelasan Mahfud MD.(IST)

Pintu stadion kanjuruhan ditutup

Terkuak keanehan kerusuhan usai duel Arema vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan Malang, pintu keluar tenyata masih belum dibuka. 

Salah satu dugaan penyebab banyaknya korban meninggal dunia akibat kericuhan di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, adalah belum dibukanya pintu keluar saat pertandingan usai.

Kericuhan terjadi usai laga lanjutan kompetisi Liga 1 antara Arema FC vs Persebaya Surabaya yang berkesudahan 2-3 untuk kemenangan tim tamu, Sabtu (1/10/2022) malam.

Hal itu diketahui berdasarkan wawancara jurnalis Kompas TV Hilda Nusantara dengan sejumlah pedagang di sekitar Stadion Kanjuruhan, Minggu (2/10) pagi.

Baca juga: Pilu! Termasuk Anak 2 Tahun, Lengkap Daftar Nama Korban Arema vs Persebaya dan Penyebab Banyak Tewas

Menurutnya, Stadion Kanjuruhan memiliki cukup banyak pintu masuk dan keluar yang lebarnya sekitar empat meter setiap pintunya.

“Menurut para pedagang, biasanya ketika pertandingan memasuki menit ke80, pintu keluar mulai dibuka,” ucap Hilda dalam laporannya pada program Breaking News di Kompas TV.

“Namun kemarin (semalam-red), hingga pertandingan usai pintu keluar masih belum dibuka.”

RUSUH SEPAKBOLA - Mobil K-9 dibalik oleh supporter Aremania dalam kericuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022).
RUSUH SEPAK BOLA - Mobil K-9 dibalik oleh supporter Aremania dalam kericuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022). Kabar terkini! terjawab sudah apa penyebab kerusuhan di Kanjuruhan dan benarkah pintu stadion kanjuruhan ditutup? simak kabar terbaru dan penjelasan Mahfud MD. ((KOMPAS.COM/Imron Hakiki))

Hal itulah yang menurut para pedagang menyebabkan suporter marah, karena mereka kesulitan untuk keluar dan berdesakan saat kerusuhan terjadi.

“Mereka akhirnya merusak pintu. Karena kesulitan setelah terkena gas air mata, kemudian mereka berjatuhan.”

Terancam saksi FIFA?

Peristiwa berdarah yang terjadi usai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya di pekan ke-11 Liga 1 atau yang kini dikenal dengan Tragedi Kanjuruhan, berpotensi membuat sepak bola Indonesia terkena sanksi berat dari FIFA.

Dalam hal ini Timnas Indonesia yang paling terkena dampak dari sanksi FIFA akibat Tragedi Kanjuruhan yang mengakibatkan 450 orang menjadi korban, di antaranya 125 orang meninggal dunia dan sisanya alami luka berat hingga ringan.

Salah satu sanksi akibat Tragedi Kanjuruhan yang mungkin akan diberikan FIFA yakni dicoretnya Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023 mendatang.

Pasalnya tragedi memilukan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan melanggar beberapa poin seperti yang ada di FIFA Disciplinary Code.

Hal ini tertuang dalam pasal 16 FIFA Disciplinary Code soal ketertiban dan keamanan di pertandingan.

Berikut bunyi lengkap pasal 16 FIFA Discipline Code.

1. Klub tuan rumah dan asosiasi bertanggung jawab atas ketertiban dan keamanan baik di dan di sekitar stadion sebelum, selama dan setelah pertandingan. Mereka bertanggung jawab untuk insiden dalam bentuk apa pun dan dapat dikenakan tindakan disipliner dan arahan kecuali mereka dapat membuktikan bahwa mereka tidak lalai dalam cara dalam organisasi pertandingan. Secara khusus, asosiasi, klub dan perangkat pertandingan berlisensi yang menyelenggarakan pertandingan harus:

a) menilai tingkat risiko yang ditimbulkan oleh pertandingan dan memberi tahu badan FIFA dari mereka yang sangat berisiko tinggi;

b) mematuhi dan menerapkan aturan keselamatan yang ada (peraturan FIFA, hukum nasional, perjanjian internasional) dan mengambil setiap keselamatan tindakan pencegahan yang dituntut oleh keadaan di dalam dan di sekitar stadion sebelum, selama dan setelah pertandingan dan jika insiden terjadi;

c) memastikan keamanan ofisial pertandingan dan para pemain dan ofisial tim tamu selama mereka tinggal;

d) tetap memberi informasi kepada otoritas lokal dan berkolaborasi dengan mereka secara aktif dan efektif;

e) memastikan bahwa hukum dan ketertiban dipertahankan di dalam dan di sekitar stadion
dan bahwa pertandingan diatur dengan benar.

2. Semua asosiasi dan klub bertanggung jawab atas perilaku yang tidak pantas di bagian dari satu atau lebih pendukung mereka seperti yang dinyatakan di bawah ini dan mungkin tunduk pada tindakan disipliner dan arahan bahkan jika mereka dapat membuktikan tidak adanya kelalaian sehubungan dengan organisasi pertandingan:

a) invasi atau upaya invasi ke lapangan permainan;

b) pelemparan benda;

c) penyalaan kembang api atau benda lainnya;

d) penggunaan laser pointer atau perangkat elektronik serupa;

e) penggunaan gerak tubuh, kata-kata, objek, atau cara lain apa pun untuk menyampaikan suatu pesan yang tidak pantas untuk acara olahraga, terutama pesan yang bersifat politik, ideologis, agama atau ofensif;

f) tindakan merusak;

g) menyebabkan gangguan saat lagu kebangsaan;

h) kurangnya ketertiban atau disiplin lain yang diamati di dalam atau di sekitar stadion.

Adapun untuk potensi hukuman dari FIFA tertuang pada pasal 6.

Berikut bunyi pasal 6 FIFA Disciplinary Code:

1. Tindakan disipliner berikut dapat dikenakan pada orang:

a) peringatan;

b) teguran;

c) denda;

d) pengembalian penghargaan;

e) penarikan gelar.

2. Tindakan disipliner berikut dapat dikenakan pada orang perseorangan:

a) skorsing untuk sejumlah pertandingan tertentu atau untuk periode tertentu;

b) larangan masuk ke ruang ganti dan/atau bangku cadangan;

c) larangan mengambil bagian dalam kegiatan yang berhubungan dengan sepak bola;

d) layanan sepak bola komunitas.

3. Tindakan disipliner berikut hanya dapat dikenakan pada badan hukum (klub/tim):

a) larangan transfer;

b) memainkan pertandingan tanpa penonton;

c) memainkan pertandingan dengan jumlah penonton terbatas;

d) memainkan pertandingan di wilayah netral;

e) larangan bermain di stadion tertentu;

f) pembatalan hasil pertandingan;

g) pengurangan poin;

h) degradasi ke divisi yang lebih rendah;

i) pengusiran dari kompetisi yang sedang berlangsung atau dari kompetisi yang akan datang;

j) denda;

k) pengulangan pertandingan;

l) pelaksanaan rencana pencegahan.

4. Denda tidak boleh kurang dari CHF 100 atau lebih dari CHF 1.000.000.

5. Asosiasi secara bersama-sama bertanggung jawab atas denda yang dikenakan pada tim perwakilan
pemain dan ofisial. Hal yang sama berlaku untuk klub sehubungan dengan pemain mereka
dan pejabat.

6. Tindakan disipliner yang diatur dalam Kode ini dapat digabungkan.

Berdasarkan hukuman di atas, klub maupun asosiasi yakni Arema FC dan PSSI yang berpotensi menerima hukuman tersebut.

Indonesia juga bisa terancam gagal ikut Piala Dunia U-20 2023.

Poin larangan mengambil bagian dalam kegiatan yang berhubungan dengan sepak bola, atau keluar dari kompetisi yang sedang berjalan dan kompetisi yang akan datang memperkuat hal tersebut.

Poin lainnya yakni larangan bertanding di stadion tertentu.

Hal ini bisa mengarah ke timnas Indonesia tidak bisa bertanding di Stadion yang ada di Indonesia.

Itu adalah beberapa potensi hukuman yang akan diterima Indonesia, namun demikian kemungkinan FIFA akan memutuskannya lewat Kongres Luar Biasa. 

Apa itu gas air mata dan dampaknya?

Gas Air Mata merupakan senjata kimia, Ini 5 dampak dirasakan tubuh setelah terkena gas air mata.

Gas air mata yang sering digunakan merupakan senjata kimia dengan rumus kimia 2-Clorobenzalden Malononitril.

Gas air mata ini digunakan untuk membubarkan massa demo atau pun kericuhan yang terjadi, namun penggunaaannya sesuai dengan aturan.

Dengan rumus kimia 2-Clorobenzalden Malononitril, gas air mata akan mengeluarkan asap berwarna putih setelah dilontarkan.

Organ manusia seperti mata, hidung, dan mulut akan langsung bereaksi setelah terkena ataupun menghirup gas air mata.

Terkait dengan kerusuhan suporter yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur pada Sabtu (1/10/2022), pihak kepolisian menembakkan gas air mata untuk menghalau suporter yang turun ke lapangan.

Dikutip dari Kompas.com, tembakan gas air mata itu mengakibatkan suporter berlarian dan menjadi penumukan di pintu stadion.

Dampak yang akan dirasakan seseorang setelah terkena gas air mata ini seperti :

1. pada bagian mata dan sistem pernapasan menjadi iritasi dalam kurun waktu 10-30 menit.

2. Gejala mata nyeri meliputi mata merah akibat peradangan, mata berkantung, dan eritema pada kelopak mata yang menghasilnya air mata.

3. Melansir laman uin-malang.co.id, pada bagian saluran pernapasan akan merasakan perih di hidung, perih tenggorokan, sesak napas, batuk, hingga kesulitan bernapas, gelaja ini bisa sembuh dalam waktu yang lama dalam beberapa situasi.

4. Selain itu, jika seseorang menelan air liur akan merasakan sakit di bagian ulu hati hingga sakit diare, kondisi ini bisa sembuh jika diamankan di tempat terbuka, bisa sembuh dalam waktu 12 jam.

5. Efek lainnya seperti kulit melepuh dapat sembuh dalam waktu 4 hari dengan cara mengeringkan daerah kulit yang melepuh.

(*)

(TribunKaltim.co/Hartina Mahardhika)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved