IKN Nusantara

Catat Ya, Ini Deretan Proyek Fisik yang Sedang Dikerjakan di Lokasi IKN Nusantara

Catat ya, ini deretan proyek fisik yang sedang dikerjakan di lokasi IKN Nusantara

TRIBUNKALTIM.CO - Kabar pembangunan Ibu Kota Nusantara atau IKN Nusantara di Kalimantan Timur terus didengungkan.

Namun, tak banyak yang mengetahui proyek apa yang sedang dikerjakan di lokasi IKN Nusantara saat ini.

Awal September lalu, Kementrian PUPR sudah meneken kontrak kerja proyek IKN Nusantara senilai Rp 5 triliun lebih.

Diantaranya untuk pembangunan jalan tol, hingga pembangunan rumah susun pekerja.

Dilansir dari Kontan, Kepala Badan Otorita IKN, Bambang Susantono mengatakan, dari perkembangan infrastruktur fisik yang sedang dilakukan di lapangan saat ini adalah pembangunan rumah bagi pekerja, land clearing, land consolidation dan finalisasi Bendungan Sepaku Semoi.

Baca juga: Wujudkan IKN Nusantara yang Dicintai Warganya dengan Peradaban Baru yang Dinamis

"Kalau Anda ke lapangan Anda melihat konstruksi tahap awal ada land clearing, land consolidation dan finalisasi Bendungan Sepaku Semoi, dan intake air baku di sungai-sungai Sembakung yang akan menyuplai sebagian besar air di IKN," kata Bambang dalam UOB Economic Outlook 2023, Kamis (29/9).

Hal lainnya yang ada di lapangan saat ini adalah pembangunan rumah pekerja.

Bambang menyebut diperkirakan jumlah pekerja untuk pembangunan tahap awal infrastruktur IKN Nusantara mencapai lebih dari 100.000 orang.

Selanjutnya progres pembangunan IKN Nusantara ialah pembangunan jalur-jalur logistik.

Jalur logistik menjadi penting dalam transportasi material pembangunan untuk tahun depan.

Adapun mengenai skema anggaran pembangunan IKN Nusantara. Ia menyampaikan pembangunan ibukota negara Nusantara hingga 2024 akan bertumpu pada APBN.
Namun diharapkan hingga tahun 2025 pembiayaan dari non APBN akan mengambil porsi utama yakni 85 persen.

Pembiayaan dari sektor swasta ini antara lain meliputi public private partnership (PPP), termasuk user payment ataupun availability payment.
Dalam hal ini pemerintah dapat memberikan jaminan dukungan pembangunan sebagian maupun viability gap fund.

Selanjutnya partisipasi perusahaan seperti investasi BUMN dan sektor swasta, hingga penunjukan BUMN oleh pemerintah.

Kemudian skema pembiayaan internasional yakni hibah atau pembiayaan untuk green city dan smart city melalui kerjasama bilateral atau multilateral dan lembaga internasional.

Terakhir skema pembiayaan kreatif yakni blended financing, crowd funding, carbon trading dan filantropi.

Untuk skema pembiayaan melalui carbon trading Bambang mengatakan, memiliki potensi yang tinggi karena IKN Nusantara memiliki 65

Sumber: Kontan
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved