Berita Kukar Terkini

Nelayan di Marangkayu Kukar Raih Edukasi Penanggulangan Minyak Tumpah

Nelayan di Kecamatan Marangkayu, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, mendapat pelatihan penanggulangan minyak tumpah di perairan

Penulis: Miftah Aulia Anggraini | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/MIFTAH AULIA
Nelayan di Kecamatan Marangkayu, Kutai Kartanegara mendapat pelatihan penanggulangan minyak tumpah di perairan. 

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Nelayan di Kecamatan Marangkayu, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, mendapat pelatihan penanggulangan minyak tumpah di perairan.

Pelatihan tersebut dilakukan oleh PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) untuk memelihara lingkungan di wilayah perairan Marangkayu.

Selain itu, pelatihan tersebut sebagai upaya pemeliharaan keamanan dan keselamatan fasilitas dan operasi hulu migas di wilayah tersebut.

Section Head Maintenance Zona 10, Hendra Murdani menjelaskan, pelatihan ini merupakan komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan kapasitas masyarakat.

Baca juga: 7 Hari Nelayan di Anggana Kutai Kartanegara Hilang, Tim SAR Hentikan Operasi Pencarian

Sehingga peserta dapat mengidentifikasi dan menanggulangi, serta membuat kajian analisis dampak sosial, ekonomi dan lingkungan jika terjadi kasus tumpahan minyak.

“Pelatihan ini merupakan kegiatan peningkatan kapasitas bagi Swadaya Masyarakat Tangani Minyak Tumpah yang dibentuk pada 2021, dan ini kegiatan lanjutan dari tahun sebelumnya," ujar Hendra, Selasa (4/10/2022).

Pelatihan penanggulangan minyak tumpah dilakukan dalam 3 tahap. Diikuti oleh peserta dari 3 desa yang berada di ring 1 Santan Terminal yaitu Desa Sebuntal, Desa Semangko dan Desa Kersik.

Dalam pelatihan ini peserta dibekali materi dasar mengenai pengertian tumpahan minyak, penyebab tumpahan minyak, serta pembuatan dan simulasi peralatan sederhana yang digunakan ketika ada tumpahan minyak.

Baca juga: DPRD Kukar Salurkan 9 Mesin Kapal Bagi Nelayan di Muara Jawa Pesisir

Metode penanggulangan tumpahan minyak pada pelatihan ini merupakan replikasi Inovasi dari Perwira Pertamina Zona 10 yang telah memenangkan kategori Platinum di APQ award 2022.

“Usai pelatihan ini, relawan yang telah dibentuk akan berperan sebagai garda depan dalam melaksanakan penanggulangan tumpahan minyak dan selalu siaga melakukan patroli ketika terjadi tumpahan minyak di laut,” tambah Hendra.

Sementara itu, Kepala Desa Kersik Jumadi, turut memberikan dukungannya dalam implementasi pelatihan ini.

Menurutnya, pelatihan ini merupakan upaya bersama dalam menjaga ekosistem laut di sekitar perairan Marangkayu.

Baca juga: Dampak Kenaikan Harga BBM, Polres Kutai Barat Beri Bantuan Sembako ke Nelayan 

"Yang jelas agar lingkungan semakin terjaga dan nelayan tidak terganggu ketika mencari ikan,” imbuh Jumadi.

Sebagai informasi, Swadaya Masyarakat Tangani Minyak Tumpah (Swastamita) merupakan Program Pengembangan Masyarakat (PPM) bidang kebencanaan yang dicanang oleh PHKT Daerah Operasi Bagian Utara (DOBU).

Harapannya, kelompok ini dapat turut menjaga perairan laut Marangkayu, dan masyarakat pesisir memiliki acuan saat menghadapi kondisi yang berkaitan dengan tumpahan minyak.

Di tahun pertama, para peseta mendapat pelatihan penangangan minyak tumpah dengan coco fiber.

Pada sistem ini, serat kulit kelapa digunakan sebagai alat penahan tumpahan minyak, integrase bank sampah dengan program swastamita.

Sedangkan pada tahun kedua, peserta diberi pembekalan mengenai penanggulanan tumpahan minyak. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved