Berita Nasional Terkini

Sering Cekcok Dengan Mertua, Seorang Suami di Ketapang Tega Bunuh Istri dan Anaknya

Seorang wanita RK (41) dan anaknya AM (7) harus kehilangan nyawa ditangan suaminya sendiri

Editor: Samir Paturusi
(Shutterstock)
Ilustrasi- Seorang wanita RK (41) dan anaknya AM (7) harus kehilangan nyawa ditangan suaminya sendiri. 

TRIBUNKALTIM.CO- Seorang wanita RK (41) dan anaknya AM (7) harus kehilangan nyawa ditangan suaminya sendiri.

Ia dibunuh L (38) yang tak lain adalah ayah dari AM yang masih berusia 7 tahun.

Pembunuhan ini terjadi di Kecamatan Hulu Sungai, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) tega menghabisi nyawa istri dan anaknya yang masih berusia 7 tahun.

Pembunuhan itu terjadi di sebuah pondok ladang yang menjadi rumah tinggal pelaku, istri dan anaknya.

Tragedi berdarah itu terjadi pada Sabtu (1/10/2022) sekira pukul 19.00 WIB.

Baca juga: Geger, Seorang Tahanan di Polsek Pancurbatu Karo Ditemukan Tewas Gantung Diri

Baca juga: Jelang Ulang Tahun MA Kehilangan Kedua Orang Tua, Lihat Ibu dan Bapak Saat Tewas di Kanjuruhan

Baca juga: Sama-sama Terjadi di Oktober dan Ratusan Orang Tewas, Fakta Kerusuhan Kanjuruhan Malang dan Bom Bali

Melansir TribunPontianak.co.id, aksi keji pelaku itu sempat disaksikan oleh orangtua pelaku yakni Y (67) dan P (63).

Awalnya, mereka mendengar suara teriakan dan keributan.

Hal itu disampaikan oleh Kasat Reskrim AKP Muhammad Yasin, Senin (3/10/2022).

"Karena saksi tinggal tidak jauh dari lokasi kejadian, saat itu keduanya mendengar keributan dari kedua korban RK dan AM dari pondok ladang yang ditinggali pelaku bersama istri dan anaknya," ujarnya.

Mendengar keributan, pasangan suami istri itu lantas keluar rumah dengan membawa senter.

Saat itu, P melihat pelaku memegang sebilah parang dan mengejar anaknya AM.

Pelaku kemudian mengayunkan parang tersebut ke arah kepala korban hingga terluka.

Kedua saksi pun ketakutan dan langsung melarikan diri ke arah pemukiman.

Mereka lalu melaporkan kejadian tersebut ke warga desa.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved