Video Viral

Bicara Perdamaian Ukrania dan Rusia, Elon Musk Disemprot Zelensky dan Pejabat Kyiv

Bicara Perdamaian Ukrania dan Rusia, Elon Musk disemprot Volodymyr Zelensky dan pejabat Kyiv

Penulis: Rafan Arif Dwinanto | Editor: Faizal Amir

TRIBUNKALTIM.CO - CEO Tesla, Elon Musk terlibat keributan dengan pejabat Ukraina dan Presiden Volodymyr Zelensky di media sosial.

Dilansir dari Tribunnews.com, Selasa (4/10/2022) keributan itu berawal dari gagasan Musk yang menginginkan perang antara Rusia dan Ukraina dapat segera selesai.

Namun, gagasan yang disampaikan Musk melalui media sosial Twitter ternyata cukup kontroversial.

Pasalnya, Musk mengusulkan kesepakatan damai melalui referendum di wilayah Ukraina yang diduduki oleh Moskow.

Sebelumnya, pemungutan suara itu dikecam oleh Kyiv dan pemerintah Barat sebagai tindakan ilegal dan memaksa.

CEO Tesla itu membuat jajak pendapat di akun Twitternya yang diikuti oleh lebih dari 107 juta orang, guna mengetahui pendapat masyarakat atas idenya tersebut.

Menanggapi hal itu, Zelensky langsung mentweet Musk: "@elonmusk mana yang lebih Anda sukai?” seraya menambahkan, “Apakah anda mendukung Rusia atau Ukraina?”.

Tak hanya Zelensky, Duta Besar Kyiv untuk Jerman, Andriy Melnyk menjawab dengan blak-blakan bahwa ide Musk tersebut sesat.

"Tanggapan saya yang sangat diplomatis kepada Musk adalah cukup menyesatkan," katanya.

Pada Februari lalu, ketika internet Ukraina terganggu setelah invasi Rusia, Musk menanggapi tweet oleh seorang pejabat pemerintah Ukraina yang mencari bantuan.

Musk mengatakan, layanan broadband satelit Starlink SpaceX tersedia di Ukraina dan SpaceX mengirim lebih banyak terminal satelit ke negara itu.

"Biaya luar biasa SpaceX untuk mengaktifkan dan mendukung Starlink di Ukraina sejauh ini 80 juta dolar AS. Dukungan kami untuk Rusia adalah 0. Jelas, kami pro Ukraina," tulis Musk di Twitter pada Senin (3/10).

Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin telah meminta Ukraina untuk menghentikan permusuhan dan bernegosiasi, setelah memerintahkan mobilisasi parsial untuk memperkuat pasukannya dan mengancam akan menggunakan senjata nuklir.

Di sisi lain, Zelensky mengatakan dirinya tidak akan pernah bernegosiasi dengan Rusia selama Putin tetap menjadi pemimpinnya. (*)

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved