Berita Samarinda Terkini

Cekcok Berujung Maut Antar Sopir Taksi Bandara Kogatrans Kaltim Rupanya Dipicu Bagi Hasil Tak Sesuai

Terkuak sudah penyebab perkelahian berujung maut antar dua sopir Koperasi Gabungan Transportasi (Kogatrans) Kaltim, yakni Kamaryono (59) dan Paharuddi

Penulis: Rita Lavenia | Editor: Aris
TRIBUNKALTIM.CO/RITA LAVENIA
Lokasi cekcok berujung maut antar Kamaryono (korban) dan Paharuddin (pelaku) di Jalan Kemangi, Sungai Kunjang Kota Samarinda. (TRIBUNKALTIM.CO/RITA LAVENIA) 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Terkuak sudah penyebab perkelahian berujung maut antar dua sopir Koperasi Gabungan Transportasi (Kogatrans) Kaltim, yakni Kamaryono (59) dan Paharuddin (diberitakan sebelumnya Herman, 52) di Jalan Kemangi, Sungai Kunjang, Kota Samarinda karena permasalahan bagi hasil keuntungan yang dinilai tidak sesuai.

Sebab, diketahui kedua sopir taksi bandara ini menjalin kerjasama. Di mana Kamaryono yang tewas dalam duel maut ini menjadi Ketua Kogatrans Samarinda dan pelaku Paharuddin sebagai investor.

"Jadi motivnya karena soal pembagian hasil keuntungan taksi bandara. Memang kalau dari keterangan saksi, keduanya kerap berdebat," jelas Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli melalui Kapolsek Sungai Kunjang Kompol Made Anwara, Selasa (5/10/2022).

Baca juga: Sopir Taksi di Samarinda Tewas di Tangan Teman Sejawatnya, Pelaku Serang Korban Pakai Kunci Mobil

Kapolsek Sungai Kunjang ini juga menjelaskan bagaimana awal kronologis kejadian tersebut berdasarkan keterangan para saksi.

Di mana pada Selasa (4/10) Pukul 15.30 WITA Paharuddin (pelaku) datang dan langsung menggebrak meja disusul pertengkaran mulut yang membuat Kamaryono (korban) mengambil gelas berisikan kopi dan dilemparkan ke arah pelaku.

Perkelahianpun tak terhindarkan. Para saksi melihat pelaku lebih dulu memukul kepala korban dengan sebuah kunci.

Tak terima, korban pun mengambil kayu penyangga atap sepanjang 2 meter dan berupaya memukul Paharuddin.

Baca juga: Dua Sopir Taksi di Samarinda Terlibat Pertikaian di Warkop, Seorang Tewas

"Di situ langsung dilerai para saksi. Namun korban ternyata sudah mengalami luka serius di kepala dan langsung rebah," bebernya.

Melihat itu pelaku langsung membawa korban ke rumah sakit Hermina Samarinda, namun nyawanya tak lagi tertolong akibat luka pada bagian kepalanya.

"Dari hasil pemeriksaan ada luka besar di kepala kanan atas," beber Kompol Made Anwara.

Baca juga: Sopir Taksi Online Tanggung Biaya Berobat dan Visum Pakai Dana Pribadi Seusai Duel Lawan Perampok

Dijelaskannya juga untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban, pihaknya telah melakukan autopsi pada Rabu (5/10) Pukul 00.00-04.53 WITA.

"Hasilnya autopsi masih ditunggu. Sementara jenazah sudah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke kampung halaman korban di Malang," ujarnya.

Ditambahkannya juga bahwa pelaku dijerat Pasal 338 Subsider 351 ayat (3) KUHP tentang penganiayaan yang menyebabkan meninggal dunia dengan ancaman 10 tahun penjara. (*)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved