Berita Samarinda Terkini

Kehilangan Pekerjaan usai Ditertibkan, Puluhan PKL Tepian Mahakam Berharap agar Diberi Tempat Baru

Sejak Senin (3/10/2022) lalu, Pemerintah Kota Samarinda sudah melakukan penertiban terhadap sejumlah pedagang kaki lima (PKL) yang berada di Tepian Ma

Penulis: Rita Lavenia | Editor: Rahmad Taufiq
TRIBUNKALTIM.CO/RITA LAVENIA
Puluhan Pedagang Kaki Lima (PKL) turun melakukan aksi protes atas penertiban yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Samarinda. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Sejak Senin (3/10/2022) lalu, Pemerintah Kota Samarinda sudah melakukan penertiban terhadap sejumlah pedagang kaki lima (PKL) yang berada di Tepian Mahakam.

Terkait hal tersebut, akhirnya puluhan PKL yang biasa berada di Tepian depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) ini turun melakukan aksi protes, sejak Rabu (5/10/2022) kemarin.

Mendampingi para PKL, Perwakilan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Samarinda, Fathul Huda menilai bahwa tindakan Pemkot Samarinda tersebut telah melanggar hak para pedagang.

Menurutnya, alasan penertiban tersebut tidaklah logis dan melanggar hak warga negara atas kesejahteraan dan kehidupan yang layak.

"Kalau bahasa Pemkot kan ini penertiban. Menurut kami ini penggusuran yang kesekian kepada PKL. Dan ini pelanggaran HAM yang dilakukan oleh Pemkot Samarinda," tuturnya kepada media, Kamis (6/10/2022).

Baca juga: DPRD Samarinda Minta Pemkot Komunikasi Dengan PKL Terkait Penertiban di Tepian Mahakam

Menurutnya, seharusnya Pemkot Samarinda tidak pilih kasih jika ingin menertibkan PKL dengan alasan kotor, parkir liar, premanisme dan penetapan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang nyatanya banyak dilanggar di lain tempat.

"Kalau alasan RTH, maka gusur Marimar, taman lampion garden, Hotel Haris dan Big Mall karena mereka juga di pinggiran Sungai Mahakam," imbuhnya.

Sementara itu, salah seorang PKL, yakni Mahdi (46) mengaku kebingungan selama beberapa hari ini lantaran tidak dapat berjualan kembali.

"Mau bayar sewa rumah bagaimana? Memberi makan istri anak bagaimana? Kita cuma minta dibantu tempat berjualan aja kok," keluhnya.

Oleh sebab itu, ia berharap, jika memang harus ditertibkan, pemkot harus memfasilitasi dan memberikan tempat baru bagi para PKL untuk berjualan.

Baca juga: Komisi III DPRD Samarinda Minta Pemkot Tak Terlalu Lama Vakumkan PKL Tepian Mahakam Samarinda

"Tolong difasilitasi. Jangan begini. Di sini ada 36 PKL. Tolong Pak Walikota, PKL sangat memerlukan betul keuangan. Kami kehilangan mata pencaharian saat ini," ucapnya dengan mata berkaca-kaca.

Saat ini, usai ditetapkan penertiban PKL, terpantau di sepanjang kawasan Tepian Mahakam ini telah diawasi ketat oleh Satpol PP Samarinda. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved