Berita Mahulu Terkini

Prosesi Hudoq Agar Diberi Kemurahan Rejeki, Bupati Mahulu Hadiri Festival Hudoq Pakayang

Ratusan orang mulai dari anak - anak, remaja, hingga dewasa, bahkan lanjut usia membaur menari Hudoq, saat Festival Hudoq Pakayang di Mahulu.

Editor: Aris
HO/Prokopim
Pukul Gong - Pembukaan Acara Hudoq Pekayang, yang ditandai dengan pemukulan tuvung oleh Bupati Mahulu Bonifasius Belawan Geh, dan Tawak oleh Wakil Bupati. Lalu dilanjutkan dengan Menari bersama secara beriringan menuju lapangan untuk prosesi ngarang aru bersama kontingen hudoq dari 13 Kampung di Kecamatan Long Pahangai. (HO/Prokopim) 

TRIBUNKALTIM.CO, UJOH BILANG - Ratusan orang mulai dari anak - anak, remaja, hingga dewasa, bahkan lanjut usia membaur menari Hudoq, saat Festival Hudoq Pakayang di Kampung Data Naha, Kecamatan Long Pahangi, Mahakam Ulu, pada 14-16 Oktober 2022.

Terik matahari tak menyurutkan warga untuk terus menari. Mereka mengenakan topeng Hudoq diwakili oleh wajah Hunyang Tenangan.

Iringan musik tradisional terus menggema mengiri prosesi tarian. Selain itu, kostum daun pisang, setiap kelompok dari desa yang berbeda telah menunjukkan penampilan terbaik di lapangan.

Baca juga: Partai Golkar Mahulu Gelar Jalan Sehat Hadiah Motor, Ada Warga dari Kampung Jauh

Ini bukan berarti kompetisi menari. Sebaliknya, mereka meluapkan kegembiraan dan kebahagiaan serta berterima kasih dan syukur kepada para dewa atau leluhur.

Masyarakat Dayak yang menari dengan riang dan penuh syukur ini, datang dari desa-desa yang tersebar di sepanjang hulu Sungai Mahakam ke desa tuan rumah yang dipilih tahun ini.

Festival Hudoq Pakayang digelar lagi tahun ini, setelah sempat ditiadakan selama dua tahun akibat pandemi Covid-19. Wajar jika momen kali ini berlangsung sangat semarak.

Bupati Mahulu Bonifasius Belawan Geh yang hadir pada pembukaan festival ini, Jumat (14/10/2022). Bupati pun turut bersama warga menari menyemarakkan tradisi Hudoq yang diselenggarakan di Kampung Data Naha.

Baca juga: Beri Ucapan HUT Ke-57 Bankaltimtara, Bupati Mahulu Berharap Jalinan Kerja Sama Semakin Erat

Bupati mengatakan, tradisi Hudoq kembali digelar untuk memperkenalkan tradisi tempo dulu kepada generasi muda dan masyarakat, sekaligus sebagai pelestarian budaya di Mahulu.

Hudoq, jelas Bupati, merupakan tradisi turun-temurun masyarakat Dayak Bahau di hulu Sungai Bahau, utamanya di wilayah Mahulu. Tradisi ini dilaksanakan memasuki musim tanam padi atau oleh masyarakat setempat dinamakan tradisi Nugal.

Upacara adat Hudoq, ungkap Bupati Bonifasius, bertujuan memohon doa kepada Yang Maha Kuasa, melalui leluhur agar diberikan kemurahan rejeki.

Baca juga: Ketua PDIP Mahulu Optimistis Raih 7 Kursi di DPRD dan Menang dalam Pemilu 2024

"Melalui upacara ini, kita memanggil ruh atau istilahnya juga malaikat. Jadi bentuk-bentuk topeng Hudoq itu menggambarkan ruh atau malaikat. Kita panggil supaya bisa memberikan kelimpahan rejeki," ujarnya.

Ia menjelaskan, Hudoq adalah ritual yang diselenggarakan masyarakat Dayak Bahau selama musim tanam. Sebelum mereka merayakannya, petani di Mahakam Ulu memiliki tradisi yang disebut "Nugal".

“Melalui tradisi ini juga memberikan semangat kepada para petani untuk memanfaatkan lahannya. Sesuai program kita meningkatkan ketahanan pangan, melalui pembukaan lahan pertanian. Kita berdoa supaya hasil panennya bagus, dan masyarakat sejahtera,” imbuhnya.

Selain Bupati, pembukaan ini juga dihadiri Wakil Bupati Yohanes Avun, Ketua TP PKK Mahulu Yovita Bulan Bonifasius, dan Kepala OPD di lingkungan Pemkab Mahulu. (*)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved