Berita Internasional Terkini

Tangkal Bahaya Uji Coba Nuklir Korea Utara di Kawasan Asia Tenggara

Belakangan ini di semanjung Korea membara, ada aksi militer, Korea Utara melempar peluru aritleri ke arah lepas pantau

Editor: Budi Susilo
Youtube: Reuters
Rudal Balistik yang diluncurkan Korea Utara pada Hari Rabu (20/10/2021). Kawasan Semanjung Korea kian memanas usai Korea Utara menembakkan 10 peluru artileri ke arah lepas pantai baratnya, pada Senin (24/10/2022) pukul 05.15 waktu setempat. 

TRIBUNKALTIM.CO, SEOUL -Beginilah cara tangkal bahaya uji coba nuklir Korea Utara di kawasan Asia Tenggara.

Belakangan ini di semanjung Korea membara, ada aksi militer, Korea Utara melempar peluru aritleri ke arah lepas pantau. 

Seberapa besar bayahanya hal tersebut. terutama bagi negara-negara di Asia Tenggara?

Kawasan Semanjung Korea kian memanas usai Korea Utara (Korut) menembakkan 10 peluru artileri ke arah lepas pantai baratnya, pada Senin (24/10/2022) pukul 05.15 waktu setempat.

Baca juga: Luhut Binsar Kasih Sinyal Waspada Soal Ancaman Nuklir, Gejolak Perang Rusia vs Ukraina Makin Panas

Menurut laporan Juru Bicara Staf Umum Dewan Tentara Rakyat Korea Utara, sebagaimana dilansir Reuters.

Tembakan roket tersebut dilontarkan angkatan laut Korea Utara tepat setelah militer Korea Selatan melepaskan tembakan peringatan ke arah kapal Korut sekitar pukul 3:50 pagi.

Staf Umum Tentara Rakyat Korea memerintahkan untuk menembakkan 10 tembakan dari beberapa peluncur roket.

"untuk mengirim kembali kapal musuh yang melanggar perbatasan de facto sejauh 2,5 hingga 5 Km," jelas siaran kantor berita resmi Korea Utara (KCNA).

Baca juga: Siap-Siap Dihantam Nuklir Rusia, Ukraina Bagi-Bagi Pil Anti-Radiasi ke Warganya

Sementara itu, Kepala Staf Gabungan Korea Selatan mengatakan telah menembakan rudalnya untuk mengirim kembali kapal dagang Korea Utara yang melintasi Garis Batas Utara (NLL), batas laut de facto antara kedua Korea.

Perbatasan maritim dianggap sebagai titik genting, karena kerap menjadi lokasi sejumlah bentrokan antara Korea Utara dan Korea Selatan selama bertahun-tahun.

Sebelum ketegangan di kawasan laut Asia meningkat, para militer Korea Utara selama beberapa pekan terakhir diketahui aktif meningkatkan intensitas uji coba rudal ke kawasan pesisir semenanjung Korea.

Sebagian meyakini bahwa Korea Utara mungkin bersiap untuk melanjutkan pengujian bom nuklir untuk pertama kalinya sejak 2017.

Baca juga: Potensi Serangan Nuklir dari Rusia Makin Kuat, Ukraina Kirim Pil Kalium Iodida ke Pusat Evakuasi

Tindakan ini yang kemudian memicu kekhawatiran beberapa negara tetangga.

Karena uji coba yang dilakukan Kim Jong Un dianggap mengancam keamanan hingga Korea Selatan dan Jepang terprovokasi untuk melakukan serangan balik sebagai langkah defensif.

Mencegah terjadinya ancaman nuklir yang dilakukan Kim Jong Un, para pejabat dari Korea Selatan, Jepang dan AS pada akhir pekan lalu.

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, menghadiri Rapat Pleno Komite Pusat Partai Pekerja Korea, Jumat (18/6). Foto dirilis KCNA pada Sabtu (19/6)- Kim Jong Un melarang warganya pesta miras, berbelanja, dan tertawa selama periode berkabung.
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, menghadiri Rapat Pleno Komite Pusat Partai Pekerja Korea, Jumat (18/6). Foto dirilis KCNA pada Sabtu (19/6)- Kim Jong Un melarang warganya pesta miras, berbelanja, dan tertawa selama periode berkabung. (AFP)

Hal itu dilaporkan telah menggelar pembicaraan tiga arah di Tokyo, untuk membahas peningkatan kemampuan pertahanan nuklir, konvensional dan rudal bersama.

Langkah tersebut diambil guna melindungi kawasan Asia Tenggara dari bahaya uji coba nuklir Korea Utara.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Semenanjung Korea Kian Memanas, Korea Utara dan Korea Selatan Saling Balas Tembakan Artileri

Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved