Berita Penajam Terkini

Warga Sepaku yang Pernah Mengikuti Pelatihan Diharapkan Bisa Terlibat Langsung di Pembangunan IKN

Masyarakat Sepaku yang telah mengikuti pelatihan beberapa waktu lalu diharapkan bisa bergabung dengan perusahaan atau kontraktor selaku penyedia jasa.

Penulis: Nita Rahayu | Editor: Aris
TRIBUNKALTIM.CO/NITA RAHAYU
Sekcam Sepaku Adi Kustaman. TRIBUNKALTIM.CO/NITA RAHAYU 

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Masyarakat Sepaku yang telah mengikuti pelatihan beberapa waktu lalu diharapkan bisa bergabung dengan perusahaan atau kontraktor selaku penyedia jasa yang ada di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

Ada beberapa pelatihan yang pernah diikuti oleh masyarakat Sepaku, seperti pelatihan operator alat berat dan semacamnya.

Untuk sementara ini, pihak pemerintah kecamatan juga akan mengkomunikasikan dengan pemberi kerja atau kontraktor selaku penyedia jasa yang saat ini ada di IKN, agar melibatkan masyarakat yang sudah mengikuti pelatihan.

"Kami sedang melakukan upaya komunikasi dengan para pemberi kerja atau kontraktor terkait dengan operator alat berat ini," ungkap Sekretaris Camat (Sekcam) Sepaku Adi Kustaman, Selasa (25/10/2022).

Baca juga: Angin Segar, Bahlil Pastikan UEA Tanam Investasi Rp 311 Triliun di IKN Nusantara

Ada sekitar 32 orang dari Kecamatan Sepaku yang diberangkatkan untuk mengikuti pelatihan operator ekskavator dan operator dump truk beberapa waktu lalu.

Sambil menunggu surat izin operator terbit, diharapkan mereka dapat magang terlebih dahulu di perusahaan yang ada di IKN.

"Ini sambil menunggu proses terbitnya surat izin operator, supaya magang satu dua bulan diperusahaan," lanjutnya.

Tidak hanya pelatihan operator alat berat, tetapi juga ada beberapa jenis pelatihan yang diikuti masyarakat Sepaku.

Baca juga: Rincian Proyek PT Adhi Karya di IKN Nusantara, Ada yang Selesai Akhir Tahun Ini

Seperti pelatihan pembuatan kue, hidroponik, sablon, menjahit, dan lainnya.

Pasca pelatihan yang diadakan untuk masyarakat yang ada di Kecamatan Sepaku, telah ada peserta pelatihan yang mulai mempergunakan keahlian yang didapatnya.

Kata Adi Kustaman, presentasenya memang masih terbilang kecil, dan baru ada beberapa keahlian saja yang diaplikasikan. Terutama untuk pembuatan kue dan hidroponik.

Untuk peserta pelatihan pembuatan kue, itu terlihat mulai menjajakan jualannya melalui platform online.

Baca juga: Penjelasan Lengkap Tax Deduction, Tax Holiday dan HGB 160 Tahun di IKN Nusantara

"Ada sudah masyarakat yang menggunakan keahlian yang diberikan dalam pelatihan tapi masih kecil, kalau yang misalkan pelatihan pembuatan kue itu sudah banyak yang jualan online," bebernya.

Adi Kustaman melanjutkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan beberapa pihak, agar dapat membantu masyarakat memasarkan produk mereka.

Baik dari pihak perbankan dan lainnya, agar memberikan pinjaman bunga ringan yang dapat membantu masyarakatnya.

"Kami sedang melakukan upaya komunikasi dengan beberapa pihak untuk membantu masyarakat," pungkasnya. (*)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved