Sabtu, 11 April 2026

Kenali Pemicu Adanya Anak Nekat Lakukan Bunuh Diri, Begini Cara Mengatasinya

Depresi dan trauma merupakan kondisi negatif yang kerap dialami seseorang, baik tingkat yang paling ringan hingga paling berat.

Editor: Aris

TRIBUNKALTIM.CO - Depresi dan trauma merupakan kondisi negatif yang kerap dialami seseorang, baik tingkat yang paling ringan hingga paling berat.

Bahkan, tidak sedikit kasus bunuh diri yang terjadi dipicu akibat korban mengalami stres atau depresi dan trauma tingkat tingga.

kondisi depresi tersebut tidak hanya didapati oleh kalangan orang dewasa saja, melainkan juga kerap terjadi kepada anak-anak

Pada pemberitaan, kerap ditemukan anak-anak yang alami depresi dan memutuskan untuk mengakhiri hidup. 

Baca juga: Isi Rekaman Suara Ibu di Pinrang yang Bunuh Diri Usai Cekoki Anaknya Racun: Saya Tidak Akan Ganggu

Hal ini tentu menjadi pertanyaan, kenapa ada kasus bunuh diri pada anak?

Dikutip dari Tribunnews.com, terkait hal ini, Psikolog dan Grafolog,  Joice pun memberikan tanggapannya. 

"Ada anak-anak mengalami depresi dan sebagian memutus untuk mengakhiri hidup. Ada beberapa kasus nyata," ungkapnya pada Tribunnews, Rabu (2/11/2022). 

Nyatanya, selain riwayat pola asuh, depresi kata Joice dapat diwariskan dari orangtua.

Baca juga: Diduga Karena Terlilit Utang, Seorang IRT di Pinrang Sulsel Bunuh Diri Bersama Dua Anaknya

Situasi ini yang memungkinkan mereka mengalami gangguan mental.

"Jangan lupa gangguan mental itu adalah salah satu hasil warisan," katanya lagi. 

Hal ini tentu setelah dipastikan dengan pemikiran psikologi dan psikiatri, jika ditemukan depresi. 

Ia menganjurkan untuk berhati-hati karena ada unsur keturunan di dalamnya. 

Baca juga: Diwarnai Gol Bunuh Diri dan Kartu Merah, Hasil Liga Italia Udinese vs Inter Milan, Monza Vs Juventus

"Depresi diwariskan, tidak datang secara tiba-tiba. Jadi depresi itu punya bakat. Kira-kira begitu, jadi diwariskan, misalnya dari ibunya, bapak, neneknya atau antar generasi," paparnya lagi. 

Sehingga, kata Joice sesuai penelitian saat ini, gangguan mental bisa diwariskan secara genetik. 

Untuk itu yang paling penting dilakukan adalah melakukan upaya pencegahan. 

Baca juga: BOM Bunuh Diri di Masjid Tewaskan 21 Orang di Afghanistan, Ada Ulama Terpandang, Cek Reaksi Taliban?

Salah satunya seperti melakukan pengecekan kesehatan mental secara berkala.

Tujuannya untuk mengetahui, bagaimana kondisi kesehatan mental seseorang. 

Dan langkah apa yang perlu dilakukan jika memang terdiagnosis alami gangguan kesehatan mental. (*)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved