Berita Kaltara Terkini

Istana II Kesultanan Bulungan di Tanjung Palas Akan di Revitalisasi Pemprov Kaltara

Sebagai bentuk kepedulian, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) akan melakukan revitalisasi Istana II Kesultanan Bulungan.

Editor: Aris
TRIBUNKALTARA.COM/ MAULANA ILHAMI FAWDI
Istana Kesultanan Bulungan - Pemprov Kalimantan Utara Janjikan Revitalisasi Istana II Kesultanan Bulungan di Tanjung Palas TRIBUNKALTARA.COM/ MAULANA ILHAMI FAWDI Ilustrasi Museum Kesultanan Bulungan di Tanjung Palas, Bulungan, Kaltara. Pemprov Kaltara menjanjikan revitalisasi Istana II Kesultanan Bulungan setelah mendapatkan hibah lahan dari ahli waris Kesultanan Bulungan (TRIBUNKALTARA.COM/MAULANA ILHAMI FAWDI) 

TRIBUNKALTIM.CO - Sebagai bentuk kepedulian terhadap peninggalan sejarah kesultanan di Bulungan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) akan melakukan revitalisasi Istana II Kesultanan Bulungan.

Rencana revitaliasasi Istana II Kesultanan Bulungan tersebut pada momentum HUT ke-10 Provinsi Kaltara.

Dimana, Pemprov Kaltara menjanjikan revitalisasi berupa pembangunan duplikat dari Istana II Kesultanan Bulungan.

Dilansir dari TribunKaltara.com, sejarah itu buntut dari Tragedi Bultiken pada 1964 lalu, yang mana Istana II Kesultanan Bulungan yang terletak di Tanjung Palas, Bulungan itu dibongkar, sehingga tak menyisakan jejak hingga hari ini.

Baca juga: Nyaris Capai Target 100 Persen, Kaltara Berhasil Kumpulkan Penerimaan Pajak Sebesar Rp 1.753 Miliar

Gubernur Kaltara Zainal Paliwang mengatakan pihaknya telah menerima hibah lahan seluas sekitar 1 hektar lebih dari kuasa ahli waris Sultan Maulana Muhammad Djallaluddin, yakni Datu Dissan Hasanuddin.

Menurut Gubernur Kaltara Zainal Paliwang, nantinya pembangunan Istana II tersebut akan menyerupai bentuk aslinya.

Dirinya meyakini tidak akan ada permasalahan terkait rencana revitalisasi Istana II itu.

Baca juga: Angka Inflasi Year On Year Tanjung Selor Kaltara Tertingggi di Indoensia Bulan Oktober 2022 Ini

“Sebenarnya tahun 2021 sempat dianggarkan tapi kami tidak mau gegabah jadi kami menunggu hibah dulu dari ahli warisnya,” ungkap Gubernur Kaltara Zainal Paliwang

“Saya rasa semua keluarga keturunan sudah dikomunikasikan dan Insya Allah tak ada masalah,” kata dia.

Terkait pendanaan, ia mengungkapkan setidaknya dibutuhkan dana hingga Rp 40 miliar untuk pembangunan Istana II tersebut.

“Kita mulai secepatnya, tak hanya APBD saja tapi kita cari juga pendanaan lainnya. Kita harap ke depan ini bisa jadi destinasi wisata sejarah,” ujar Gubernur Kaltara Zainal Paliwang.

Baca juga: Petambak di Kaltara Kembali Demo, Harga Udang Windu Masih Anjlok

Sementara itu, Datu Dissan Hasanuddin memastikan penghibahan lahan itu tak akan menuai masalah.

Ia beralasan, lahan yang dihibahkan memiliki dasar legal formal berupa sertifikat dan lahan itu merupakan aset turun menurun dari Sultan Maulana Muhammad Djallaluddin.

“Aset tersebut adalah dari Ayahanda saya saja jadi memang tidak ada permasalahan,” kata Datu Dissan Hasanuddin.

“Jadi yang kami hibahkan yang milik Ayahanda saja saya," jelasnya. (*)

Sumber: Tribun kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved