Berita Kaltim Terkini

Upeti Tambang Batubara Ilegal Kaltim Diduga Mengalir ke Perwira Polri, KMS Buka Suara

Ramai beredar di grup WhatsApp sebuah video merekam pernyataan seseorang berbaju hitam terkait dugaan aktivitas dagang tambang batubara ilegal

TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY
Ilustrasi aktivitas pertambangan Ilegal di Kota Samarinda yang pernah di selidiki Polresta Samarinda. TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Ramai beredar di grup WhatsApp sebuah video merekam pernyataan seseorang berbaju hitam terkait dugaan aktivitas dagang tambang batubara ilegal.

Tepatnya pada Jumat (4/10/2022), video dengan durasi 2 menit 33 detik tersebut sangat cepat luas beredar.

Pria dalam video tersebut bernama Ismail Bolong yang juga mengaku sebagai anggota polisi di Polresta Samarinda, Kalimantan Timur.

Dalam keterangannya, sembari membaca beberapa carik kertas, dia mengaku sebagai pengepul batubara tanpa izin di Benua Etam.

Baca juga: Video Pengakuan Ismail Bolong, Duit Setoran Tambang Ilegal Masuk Kantong Satreskrim Polres Bontang

Selain jadi pengepul, Ismail Bolong turut menyatakan bahwa dari bisnis ilegal emas hitam tersebut 'upeti' juga mengalir beberapa kali ke perwira di Polri.

Koalisi Masyarakat Sipil (KMS) Kalimantan Timur bersuara dengan adanya video ini.

Tuntutan agar melakukan reformasi kepolisian turut disuarakan.

20 lembaga dan puluhan aktivis yang berada di KMS menyatakan sikap, Sabtu (5/10/2022).

Herdiansyah Hamzah atau akrab disapa Castro, akademisi dan Dosen Fakultas Hukum Universitas Mulawarman mewakili KMS mengungkapkan, Kejahatan Pertambangan Tanpa Izin (PETI) atau "tambang ilegal" terus menghantui masyarakat Kaltim.

"Alih-alih berkurang, aktivitas tambang ilegal ini justru semakin marak terjadi diseluruh wilayah Kaltim. Dan lebih parahnya lagi, kejahatan yang terjadi di depan mata ini, seolah "dibiarkan" begitu saja oleh aparat kepolisian," tegas Castro.

Menurut data Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) Kaltim, terdapat 151 titik aktivitas tambang ilegal diseluruh wilayah Kaltim.

Tetapi, lagi-lagi hanya ada 3 kasus yang terpantau sedang dalam proses hukum hingga saat ini.

Tentu ini menunjukkan betapa aparat kepolisian sungguh tidak serius dalam menangani kejahatan ini, menurut KMS.

Baca juga: IPW Bicara Dugaan Geng Tambang di Polisi dengan Oligarki, Singgung Daerah Kaltim

"Video pengakuan Ismail Bolong terkait dengan kejahatan tambang ilegal yang dilakukannya, adalah petunjuk terang bagi aparat kepolisian untuk segera memprosesnya," kata Castro.

Halaman
123
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved