Berita Pemkab Kutim

Lewat Aplikasi, Satuan Pendidikan di Kutim Bisa Laporkan Kebutuhan Sapras

Kabid Pendidikan Menengah Disdik Kutim, Ilham menyebut bahwa aplikasi tersebut sangat berguna dan dapat diaplikasikan pada semua jenjang sekolah

Penulis: Syifaul Mirfaqo | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/SYIFAUL MIRFAQO
Pendataan sapras di SDN 001 Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur. TRIBUNKALTIM.CO/SYIFA'UL MIRFAQO 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Dinas Pendidikan (Disdik) Kutai Timur (Kutim) telah lama menerapkan digitalisasi dalam pendataan sarana dan prasarana (Sapras) di satuan pendidikan di Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur

Aplikasi tersebut dapat mengetahui kebutuhan Sarpras yang diberi nama Operasi Sistem Informasi Sarana dan Prasarana (Opasinana).

Kabid Pendidikan Menengah Disdik Kutim, Ilham menyebut bahwa aplikasi tersebut sangat berguna dan dapat diaplikasikan pada semua jenjang sekolah.

“Kami masih coba di tingkat SMP dulu. Selanjutnya akan dikembangkan untuk tingkat SD maupun TK,” ucapnya.

Baca juga: Kembangkan Potensi Pemuda, Pemkab Kutim Bantu Sarana dan Prasarana Organisasi Kepemudaan

Aplikasi yang dibuatnya ini sebagai terobosan dalam dunia pendidikan karena sangat memudahkan dan efektif, baik untuk sekolah, maupun pemerintah daerah.

Pemerintah bisa memantau langsung untuk mengetahui kondisi sekolah dan seberapa parah kerusakannya, cukup hanya membuka aplikasi tersebut.

“Jadi tiap sekolah harus menyiapkan semacam profil mereka. Termasuk mengenai aset lahan yang dipakai,” ujarnya.

Jika ada persoalan terkait aset maupun sarana dan prasarana sekolah dapat diketahui kejelasan status dan kondisinya.

Baca juga: Gubernur Isran Noor Dorong Pemkab Kutim untuk Kreatif dan Inovatif

Dalam aplikasi inipun ada fitur profil sekolah untuk mengunggah berkas status tanah.

"Jadi, kita bisa tahu status tanah tersebut. Begitu pula kondisi sarana dan prasarana seperti toilet, ruang kelas, pagar dan lainnya,” jelasnya.

Selain itu, Ilham yang merupakan pembuat aplikasi menyebut bahwa peta sekolah beserta tata letak bangunan juga ditampilkan dalam Opasinana.

Begitu pula dengan perizinan dan legalitas status tanah sekolah sehingga dapat lebih mudah dalam mengajukan usulan pembangunan Sarana dan Prasarana sekolah.

“Sehingga mudah dipantau. Perencanaan pembangunan pendidikan pun dapat lebih rapi dan tepat sasaran nantinya,” ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved