Ibu Kota Negara

3 Daerah Food Estate Jadi Lumbung Pangan di Kaltim dan IKN

Wakil Gubernur Kalimantan Timur Hadi Mulyadi mengatakan, setidaknya ada tiga daerah food estate penyokong pangan Benua Etam.

TRIBUNKALTIM.CO/MIFTAH AULIA ANGGRAINI
Lahan pertanian yang berada di Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur (Kaltim). TRIBUNKALTIM.CO/MIFTAH AULIA ANGGRAINI 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Wakil Gubernur Kalimantan Timur Hadi Mulyadi mengatakan, setidaknya ada tiga daerah food estate penyokong pangan Benua Etam.

Tiga daerah ini juga menjadi lumbung pangan yang memproduksi padi agar bisa menopang kebutuhan dalam daerah, serta nantinya menjadi penyokong di wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN).

"Secara umum seluruh kabupaten kita potensial, tapi secara spesifik ada tiga daerah untuk food estate sebagai lumbung pangan kita, yakni Kutai Kartanegara, Paser dan Penajam Paser Utara," ungkapnya.

Total lahan untuk food estate guna membangun ketahanan pangan Kaltim dan Ibu Kota Nusantara (IKN) sekitar 10 ribu hektare lebih.

Kutai Kartanegara seluas 8 ribu hektare lebih, Penajam Paser Utara dan Paser sekitar 2.500 hektare lebih.

Baca juga: Gubernur Isran Noor Sebut Satu Tahun Realisasi Ekspor Kaltim Bisa untuk Bangun IKN

"Tetapi ini tidak seperti model daerah lain, sebab bentuknya spot-spot, jadi tidak dalam satu hamparan," ujar Hadi Mulyadi.

BPS Kaltim Catat Produksi Padi Kaltim Menurun, Kukar, PPU dan Paser Daerah Tertinggi Produksi

Pada tahun 2022 ini panen padi diperkirakan sebesar 64,03 ribu hektare dengan produksi sekitar 232,14 ribu ton gabah kering giling (GKG).

Jika dikonversi menjadi beras, maka produksi beras pada 2022 diperkirakan sebanyak 135,03 ribu ton.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Yusniar Juliana menjelaskan, hasil survei Kerangka Sampel Area (KSA), puncak panen padi pada 2022 sama dengan tahun sebelumnya, tepatnya pada bulan Maret, dengan luas panen mencapai 14.721,16 hektare.

Tetapi, puncak panen padi pada Maret 2022 relatif lebih rendah atau turun sekitar 1.288,38 hektare (8,05 persen) dibanding Maret 2021.

Baca juga: Jurus Pemerintah Tarik Investasi ke IKN Nusantara Dilirik, Investor Tunggu Regulasi

Realisasi panen padi sepanjang periode Januari-September 2022 sebesar 57.542,23 hektare.

"Mengalami penurunan sekitar 6.127,55 hektare (9,62 persen) dibandingkan Januari-September 2021 yang mencapai 63.669,78 hektare," jelas Yusniar.

Potensi luas panen padi pada Oktober-Desember 2022 diperkirakan sekitar 6.488,99 hektare hasil penghitungan survei KSA.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved