Viral Pengakuan Ismail Bolong

Desakan Reformasi Besar-Besaran di Tubuh Polri Terus Disuarakan Pasca Video Pengakuan Ismail Bolong

Desakan agar melakukan reformasi besar-besaran di tubuh internal Polri terus disuarakan dari Kalimantan Timur.

Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Aris
HO/Pribadi
Perwakilan KMS Kaltim Warkhatun Najidah yang juga akademisi serta dosen di Fakultas Hukum Universitas Mulawarman. (HO/Pribadi) 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Desakan agar melakukan reformasi besar-besaran di tubuh internal Polri terus disuarakan dari Kalimantan Timur.

Pasca viralnya video Ismail Bolong (eks anggota Polresta Samarinda) yang mengaku terlibat bisnis tambang batu bara ilegal.

Aktivis dan akademisi di Kota Samarinda menyuarakan agar Kapolri Listyo Sigit Prabowo berbenah.

"Kami di Fakultas Hukum ini juga punya tugas selain penelitian, yakni pengabdian terhadap masyarakat. Ilegal minning itu adalah hal yang sangat krusial bagi masyarakat untuk bisa atau wajib bagi kampus untuk mendorong ditegakannya hukum," tegas Perwakilan KMS Kaltim Warkhatun Najidah, Sabtu (12/11/2022).

Praktisi dan juga dosen di Fakultas Hukum Unmul Samarinda ini juga menegaskan beserta koalisi, dia merasa memiliki tanggung jawab moril mengajak masyarakat agar kejahatan alam seperti ini apalagi ada backing oknum aparat bisa diusut secara tuntas.

"Kami melakukan inisiasi, karena masyarakat yang menjadi korban juga banyak. Sehingga kami juga perlu dorongan banyak tangan agar cukup untuk segera dituntaskannya kasus ilegal minning," tukasnya.

Najidah juga turut mengomentari tiga video Ismail Bolong yang menyeret nama-nama petinggi Polri, Kabareskrim Komjen Pol Agus Andrianto.

Lalu di video kedua, pernyataan klarifikasi yang menyeret nama eks Karopaminal Mabes Polri, Brigjen Pol Hendra Kurniawan yang kini menjadi tersangka kasus penghalangan penyidikan dalam pembunuhan Brigadir J atau Bripka Yosua Hutabarat.

Baca juga: Tak Banyak yang Tahu, Ismail Bolong Pernah Gagal Daftar TNI, Lalu Beralih ke Polisi

Serta video ketiga Ismail Bolong menghalau petugas patroli KPHP Santan.

Atas kejadian viralnya video tersebut, KMS Kaltim, kata Najidah juga membuat beberapa tuntutan sikap.

Salah satunya meminta agar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo segera melakukan reformasi ditubuh internal Polri.

"Pernyataan sikap kami meminta agar adanya pengusutan tuntas ilegal minning dan segera menindak semua aparat yang terlibat di dalamnya," tegasnya.

Baca juga: Daftar Nama Petinggi Polri yang Diduga Terima Uang Koordinasi Tambang Ilegal dari Ismail Bolong

"Kedua kami menuntut adanya reformasi di tubuh polri, terutama adanya video-video yang kemarin viral dan itu bisa menunjukan bahwa dilakukannya ilegal minning ini karena adanya back-up aparat kepolisian,” sambung Najidah.

Najidah juga menegaskan bahwa masyarakat tidak akan percaya kepada polisi sepanjang oknum-oknum yang terlibat di dalam sistem tambang ilegal tersebut tidak ditindak secara tegas.

"Tindakan tegas itu berupa tindakan hukum. Itu yang kita inginkan dan mengimbau agar masyarakat melakukan mosi tidak percaya," kata Najidah menutup keterangannya. (*)

UPDATE BERITA VIRAL PENGAKUAN ISMAIL BOLONG

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved