Berita Kaltim Terkinj

Soroti Krisis Global akibat Perang Rusia-Ukraina, Isran Noor Sebut Tak Pengaruhi Kondisi di Kaltim

Perang Rusia-Ukraina yang menyebabkan setidaknya krisis global pada sektor energi dan pangan disebut Gubernur Kaltim Isran Noor tak mempengaruhi kondi

TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI PRASETYO
Gubernur Kaltim Isran Noor berkelakar, perang Rusia-Ukraina disebutnya menguntungkan dan ingin terus berlanjut. TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI PRASETYO 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Perang Rusia-Ukraina yang menyebabkan setidaknya krisis global pada sektor energi dan pangan disebut Gubernur Kaltim Isran Noor tak mempengaruhi kondisi di Kaltim dan Indonesia secara luas.

Menurut Isran Noor ancaman krisis energi dan pangan, tidak perlu dikhawatirkan terjadi.

"Negara kita punya Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah ruah, tinggal dikelola saja," tuturnya.

Isran Noor menyampaikan, SDA seperti batu bara, minyak, dan gas bisa dimanfaatkan oleh negara untuk mengatasi ancaman energi.

Adapun pemanfaatan energi lain yang langsung dari alam juga dapat dimanfaatkan sebagai daya tambahan energi terbarukan, hanya saja ini semua harus dimulai dimanfaatkan agar semua ancaman krisis teratasi dan dapat dilewati.

Baca juga: Amerika Menyerah? Minta Rusia dan Ukraina Negosiasi Damai, Zelenskyy Ogah Selama Putin jadi Presiden

"Matahari, itu sumber energi. Gelombang laut antar pulau, itu sumber energi. Arus air, sungai-sungai, energi hydropower (tenaga listrik) kita, hanya kita belum kelola itu secara optimal atau maksimal," ujar Isran Noor.

Sama halnya dengan sektor pangan, Isran Noor menegaskan Indonesia maupun provinsi lain, termasuk Kaltim tak perlu takut terancam.

Semua yang dikonsumsi atau dimakan bisa diproduksi dalam negeri, tidak ada yang tidak bisa menurut mantan Bupati Kutai Timur ini.

"Soal makanan (pangan) gandum tidak tersedia (impor Ukraina), kita kan makan beras, ubi, sagu. Apalagi ada sukun kita juga bagus di Maluku sampai Papua, sumber pangan juga itu," kata Isran Noor.

Baca juga: Terjawab Berapa Tentara Rusia dan Ukraina yang Tewas? Tembus 71 Ribu Pasukan Terbunuh

Dia pun merujuk pada kondisi negara maju yang mengalami inflasi dalam.

Dibanding Indonesia yang masih pada posisi terkendali di bawah 6 persen. Krisis akibat perang dan Covid-19 menurut pandangan Isran Noor tak melulu merugikan.

Malah sebaliknya, komoditi non-migas dan migas Kaltim berada pada harga pasar yang tinggi untuk ekspor.

"Negara lain ada yang 10 persen (inflasi). Jadi krisis wabah Covid-19 ini ditambah Perang Ukraina-Rusia, menurut saya perang ini ada untungnya juga, ada manfaatnya, menaikkan harga komoditi," ungkapnya.

"Mudah-mudahan perang itu jangan cepat berakhir, komoditi kita bagus," ucap Isran Noor dengan gaya khasnya berkelakar. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved