Berita Kaltim Terkini

69 Obat Sirup Dicabut Izin Edarnya, Pemprov Kaltim Minta Apotek Cek Daftarnya dan Tak Menjualnya

Pemprov Kaltim secara tegas menyikapi arahan Kementerian Kesehatan RI dan BPOM RI terhadap kasus gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal/Acute Kidney

TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY
Ilustrasi obat sirup. BPOM RI mengeluarkan daftar 69 obat sirup yang telah dicabut izin edarnya. TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Pemprov Kaltim secara tegas menyikapi arahan Kementerian Kesehatan RI dan BPOM RI terhadap kasus gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal/Acute Kidney Injury (AKI) misterius.

Terlebih terkait penjualan obat sirup yang mengandung glikol, polietilen glikol, sorbitol maupun gliserin atau gliserol.

Gubernur Kaltim Isran Noor meminta agar seluruh pengusaha apotek tidak menjual obat sirup yang telah dilarang diperjualbelikan atau diedarkan seperti yang sudah ada di daftar terbaru, termasuk ada 69 daftar obat yang telah dicabut izin edarnya.

"Kalau masih menjual, silakan saja pilih hukumannya. Mau hukuman apa," tuturnya.

Siapa saja pelaku usaha apotek yang melanggar aturan berhak mendapat sanksi hukum sesuai dengan apa yang telah diperbuat.

Baca juga: Soroti Kasus Gagal Ginjal karena Obat Sirup, Rocky Gerung: Tanggung Jawab BPOM Diperlukan

Namun, Isran Noor meyakini tidak akan ada apotek di Kaltim yang melanggar aturan tersebut.

Gubernur meyakini seluruh obat yang telah terdaftar boleh dijual atau tidak diperkenankan beredar sudah diketahui oleh apotek.

"Pasti mereka tidak menjual obat sirup itu. Kalau berani, ya silakan saja pilih mau hukuman apa. Tolong, ini menjadi perhatian semua apotek," ucap Isran Noor.

Sementara itu Kepada Dinas Kesehatan Kaltim, dr Jaya Mualimin mengatakan, 69 daftar obat yang telah dicabut izin edarnya, dilarang beredar dan dikonsumsi juga telah melalui rekomendasi BPOM RI.

"BPOM RI mengatakan itu berdasarkan hasil investigasi," katanya.

Baca juga: Dinkes Kota Samarinda Libatkan Puskesmas Edukasi Penjualan Obat Sirup Di Apotek

Untuk itu, para pihak termasuk media massa di Kaltim agar turut mensosialisasikan ke-69 daftar obat yang telah dilarang tersebut.

"Ada dari tiga perusahaan farmasi dan beberapa daftar obat yang dicabut BPOm RI. Mohon disosialisasikan, sinergi untuk kesehatan semua," ucapnya.

Berikut daftar lengkap obat sirup yang dicabut izin edarnya:

Daftar obat sirup produksi PT YARINDO FARMATAMA yang dilarang beredar dan dicabut izin edarnya oleh BPOM RI:

1. Obat sirup Cetirizine HCI
Kemasan Dus, 1 Botol @ 60 mL
Nomor Izin Edar GKL1132716437A1

2. Obat sirup Dopepsa
Kemasan Dus, Botol @ 100 mL
Nomor Izin Edar DKL1532719133A1

3. Obat sirup Flurin DMP
Kemasan Dus, Botol plastik @ 60 mL
Nomor Izin Edar DTL0332708637A1

4. Obat sirup Sucralfate
Kemasan Dus, 1 Botol @ 100 mL
Nomor Izin Edar GKL1532719233A1

5. Obat sirup Tomaag Forte
Kemasan Dus, 1 Botol @ 100 mL
Nomor Izin Edar DBL0432709433A1

6. Obat sirup Yarizine
Kemasan Dus, 1 Botol @ 60 mL
Nomor Izin Edar DKL1132716237A1

Baca juga: Bocah 8 Tahun yang Meninggal di PPU Dipastikan Alami Gagal Ginjal Akut, Ada Riwayat Minum Obat Sirup

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved