Kamis, 7 Mei 2026

Berita Berau Terkini

Dinas Pendidikan Berau Akui Masih Banyak SMP dengan Kondisi Fasilitas Seadanya

Kondisi seadanya pada sarana dan prasarana penunjang di sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di Bumi Batiwakka

Tayang:
Penulis: Renata Andini Pengesti | Editor: Aris
HO/Kepsek
Salah satu kondisi SMP 2 Pulau Derawan yang lapangannya rusak. (HO/Kapsek) 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Kondisi seadanya pada sarana dan prasarana penunjang di sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di Bumi Batiwakkal diakui oleh Sub Koordinator Sapras SMP Dinas Pendidikan Berau, Eka Mirdana.

Kendati demikian, dirinya mengaku Disdik Berau terus berupaya meningkatkan sarana dan prasarana yang ada di sekolah, namun keterbatasan anggaran menjadi kendala dalam mewujudkan keinginan tersebut.

"Kita berharap semua sarana dan prasarana sekolah itu dapat terpenuhi, namun semua itu terkendala oleh anggaran, jadi tidak hanya terjadi pada SMPN 2 Pulau Derawan yang lapangannya sudah rusak parah, tapi banyak sekolah lain juga membutuhkan semenisasi," ucapnya kepada Tribunkaltim.co, Rabu (16/11/2022).

Baca juga: RSUD Terbaru di Bedungun Berau, PUPR Belum Bisa Pastikan Jadwal Pembangunannya

Pihaknya berusaha mengakomodir seluruh permohonan perbaikan maupun pembangunan dari setiap kepala sekolah. Dengan pagu anggaran berkisar Rp 40 miliar setiap tahunnya, ia menyebut anggaran tersebut tidak mampu mengcover usulan dari 48 SMP yang ada di Kabupaten Berau.

"Semua pasti tidak bisa tercover sekaligus, harus kita berikan mana sekolah yabg lebih prioritas ya itu yang kita dulukan. Beberapa sekolah yang kebutuhannya seperti ruang sekolah tentunya kita dulukan, ada juga di tahun ini pembangunan lapangan," jelasnya.

Dirinya menilai kebanyakan sekolah di luar empat kecamatan terdekat yakni Tanjung Redeb, Gunung Tabur, Sambaliung, dan Teluk Bayur memiliki kondisi bangunan yang terkesan seadanya dalam hal fasilitas penunjang.

Baca juga: Jelang Porprov Kaltim 2022, DLHK Berau Percantik Kota

Ia menegaskan, Disdik berharap tidak ada anak-anak yang sampai terpaksa tidak bisa mengenyam pendidikan karena alasan tidak ada sekolah.

"Sehingga kita upayakan membangun sekolah, meski pembangunan dilakukan secara bertahap. Mungkin dari ruang kelas terlebih dahulu, kemudian ruang guru, laboratorium, perpustakaan dan fasilitas penunjang lainnya," tuturnya.

Ditambahkan Eka, untuk perencanaan pembangunan tahun 2023 akan lebih berfokus kepada pembangunan ruang kelas, laboratorium, dan perpustakaan.

Baca juga: Cabor Taekwondo dan Futsal Samarinda Menuju Porprov Kaltim di Berau

Baik untuk sekolah di kawasan perkotaan maupun di pedesaan. Diakuinya pos anggaran untuk pendidikan memang cukup besar namun hal tersebut diakui belum dapat memenuhi kebutuhan yang ada sehingga belum bisa memenuhi kebutuhan secara keseluruhan.

"Kita ingin sekali melakukan rehab total bangunan sekolah yang masih menggunakan kayu atau bangunan lama seperti di SMP 1 Biatan dan SMP 1 Talisayan," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved