Breaking News:

Berita Bontang Terkini

Siswa SMP di Bontang Perkosa Saudari Tiri hingga Hamil, Dipicu Menonton Video Asusila

Kaka tiri dari korban pemerkosaan di Kota Bontang, Kalimantan Timur, akhirnya diringkus polisi dari Polres Bontang, Selasa di Kota Bontang

Penulis: Ismail Usman | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/BUDI SUSILO
ILUSTRASI Kasus asusila atau pencabulan terhadap para wanita di Bontang, Kalimantan Timur. Kaka tiri dari korban pemerkosaan di Kota Bontang, Kalimantan Timur, akhirnya diringkus polisi dari Polres Bontang, Selasa (15/11/2022).  

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Kaka tiri dari korban pemerkosaan di Kota Bontang, Kalimantan Timur, akhirnya diringkus polisi dari Polres Bontang, Selasa (15/11/2022). 

Tak disangka, korban yang kini hamil ternyata diduga digauli kaka tiri sendiri.

Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prasetiya melalui Kasat Reskrim Polres Bontang Iptu Bonar Hutapea mengatakan, tindakan tersangka ini dilakukan secara sadar. 

Menurut keterangan pelaku yang masih pelajar SMP itu, aksi bejatnya dilakukan usai menonton video panas.

Baca juga: Polda Jatim Kejar Tim Pembuat Film Asusila Kebaya Merah di Surabaya, Dua Pemeran Sudah Ditangkap

Saat itu, tersangka berada di rumah hanya berdua dengan sang adik.

Sang adik yang kondisinya gangguan fisik dibagian lengan itu tak bisa melawan.

"Jadi tersangka ini merupakan kakak tirinya. Bukan sebagai pacar. Tersangka dua kali memperkosa sang adik karena habis menonton film panas," kata AKBP Yusep, Rabu (16/11/2022). 

Kini korban telah mendapatkan pendampingan dari UPTD PPA dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana. 

Baca juga: Kasus Asusila terhadap Pelajar Terjadi Lagi di Paser, DP2KBP3A Belum Bisa Lakukan Pendampingan

Pengakuan korban, aksi bejat itu tidak hanya dilakukan sang kaka.

Bahkan ayah tirinya juga perna melakukan hal serupa ke dirinya.

Tetapi saat ini pengakuan korban itu masih didalami polisi.

Pasalnya ayah tiri korban kini tengah mendekam di lapas Bontang akibat terjerat kasus narkoba.

"Kalau sang ayahnya masih kami dalami. Apakah itu benar atau tidak masih dalam proses," ucapnya. 

ILUSTRASI Korban-korban tindakan asusila yang kini sedang diproses secara hukum di tingkat kepolisian.
ILUSTRASI Korban-korban tindakan asusila yang kini sedang diproses secara hukum di tingkat kepolisian. (TRIBUNKALTIM.CO/BUDI SUSILO)

Terhadap tersangka polisi menjerat Pasal 82 Ayat (1) Jo Pasal 76 E Undang-undang Nomor 17 Tahun 2016, Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 1 Tahun 2016 , Tentang Perubahan Atas Kedua UU RI Nomor 24 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. 

Pasal kedua yang dijerat Pasal Persetubuhan Anak,  Pasal 81 Ayat (2) atau Pasal (81) Ayat (1) Jo Pasal 76 D. 

"Ancaman Maksimal 15 Tahun Penjara," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved