Berita Nasional Terkini

Kisruh Stok Beras Menipis, Rocky Gerung: Petani jadi Landasan Pembuatan Kebijakan yang Koruptif

Pengamat politik Rocky Gerung bersama Hersubeno Arief soroti kelangkaan stok beras.

Penulis: Amilia Lusintha | Editor: Amilia Lusintha
Youtube/Rocky Gerung Official
Pengamat politik Rocky Gerung bersama Hersubeno Arief soroti kelangkaan stok beras. 

TRIBUNKALTIM.CO - Pengamat politik Rocky Gerung bersama Hersubeno Arief soroti kelangkaan stok beras.

Pembahasan kelangkaan stok beras dilakukan oleh Presiden Jokowi dan mengundang para menteri dalam rapat kabinet terbatas, Senin (31/10/2022).

Dalam tayangan Rocky Gerung terbaru, Hersubeno Arief sampaikan kebingungannya karena adanya informasi yang berbeda, apakah stok beras menipis atau melimpah.

Pasalnya, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo justru mengklaim bahwa stok beras melimpah dan cukup hingga akhir tahun.

Namun, Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso diketahui menyarankan dengan segera untuk memenuhi stok cadangan beras pemerintah (CBP) dari luar negeri.

"Soal pangan didalamnya tetap ada kartel yang berupaya di pangkas gak bisa," ujar Rocky Gerung dalam tayangan YouTubenya pada Jumat, (18/11/2022).

Menurut Rocky Gerung, jika berbicara soal angka bisa di cek angka siapa yang sekiranya di pakai selama bertahun-tahun dan masuk akal.

"Apa angka departemen perdagangan, departemen pertanian, bulog, tetapi di dalam keadaan semacam ini, orang melihat bahwa di persidangan sudah diperintahkan, ternyata tetap kacau koordinasinya," ujar Rocky Gerung.

Baca juga: Penduduk Manusia Capai 8 Miliar, Rocky Gerung: Bonus Demografi Bukan Bonus Penduduk

Rocky Gerung mengatakan bahwa kekacauan tersebut memperlihatkan bahwa ada proposal-proposal di departemen perdagangan supaya untuk impor.

Begitupun dengan Budi Waseso, menurut Rocky Gerung beliau juga memiliki kecenderungan yang sama.

"Bukan karena ingin dapat untuk, tapi mungkin karena Budi Waseso panik juga sebab buffer stock tinggal separuh dari yang seharusnya," kata Rocky Gerung.

Rocky Gerung mengatakan ini merupakan kekacauan dari koordinasi.

Menurutnya, kekacauan ini berbahaya apabila mempermainkan ekspektasi para petani.

Baca juga: Dilepas Langsung Menteri Pertanian RI, Indonesia Ekspor 1.000 Ton Produk Unggas ke Singapura

"Petani merasa bagus harga gabah naik, tetapi kemudian beritanya impor artinya mimpi doang," komentar Rocky Gerung.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved