Berita Mahulu Terkini

Tumpukan Kayu Log di Mahakam Ulu Disegel Warga, Diduga Hasil dari Pohon Hutan Adat

Hal tersebut dilakukan menyusul adanya dugaan perusahaan PT NGU telah mengambil ribuan batang kayu glondongan di kawasan hutan adat seluas 984.6 ha

Penulis: Febriawan | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/FEBRIAWAN
Masyarakat adat Kampung Danum Paroy, Kecamatan Laham, Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Provinsi Kalimantan Timur, melakukan penyegelan terhadap tumpukan kayu log, Minggu (27/11/2022). 

TRIBUNKALTIM.CO, UJOH BILANG - Masyarakat adat Kampung Danum Paroy, Kecamatan Laham, Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Provinsi Kalimantan Timur, melakukan penyegelan terhadap tumpukan kayu log.

Diduga kayu-kayu tersebut milik perusahaan PT. Nusantara Graha Utama (NGU-5).

Hal tersebut dilakukan menyusul adanya dugaan perusahaan PT NGU telah mengambil ribuan batang kayu glondongan di kawasan hutan adat seluas 984.6 hektare.

Kayu log, yang diperkirakan sebanyak 44.307 meter kubik ini telah diturunkan di Logpon Pedat, kawasan Kampung Memahak Teboq, Kabupaten Mahakam Ulu. 

Baca juga: Pemerintah Diminta Hati-hati soal Lahan di IKN, Pakar Hukum Agraria UGM: Perlu Tata Ruang Hutan Adat

Tindakan itu tanpa sepengetahuan masyarakat adat kampung danum paroy Mahakam Ulu.

Selain itu, masyarakat adat menganggap perusahaan diduga telah melanggar kesepakatan kerjasama untuk pemberdayaan masyarakat setempat.

Penyegelan itu dilakukan maayarakat dengan membentangkan spanduk ditumpukan kayu log pon milik PT NGU.

Massa juga berorasi meminta pertanggung jawavan perusahaan tersebut.

"Kami akan terus menuntut sesuai prosedur hukum hingga ke pengadilan, karena perusahaan tidak mengindahkan tiga kali layangan surat peringatan yang telah diterima manajemen PT NGU,” ungkap Ketua BPK Kampung Danum Paroy Sofyan T kepada TribunKaltim.co pada Minggu (26/11/2022) selaku Kordinator Masyarakat.

Baca juga: Hari Mangrove Sedunia di Balikpapan, PT SSB Menanam Pohon Lewat Program Saya Sayang Bumi

Untuk diketahui PT. NGU-5, merupakan pemegang Izin Pemamfaatan Kayu (IPK) di areal Hak Guna Usaha (HGU) PT. Kaltim Bhumi Palma (KBP), yang bergerak di perkebunan kelapa sawit.

Sofyan dengan didampingi Kepala Adat Kampung Danum Paroy, Markus Wardoyo mengecam atas perbuatan tidak menyenangkan oleh pihak manajemen PT NGU 5, yang telah mencuri asset hutan adat.

Perusahaan dianggap mengambil kayu gelondongan milih hutan adat.

Sebagaimana telah diatur dalam hak ulayat adat Kampung Danum Paroy, di kawasan sungai Pariq Jeromai.

Sudah tiga kali dilayangan surat untuk pertanggung jawaban, namun tidak diindahkan oleh PT NGU 5. Pertama surat dengan Nomor 720/86/LBG.Adat/KP.DP/IX/2022.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved