Berita Kaltim Terkini

Danpuspomad Letjen TNI Chandra W Sukotjo Perintahkan Kejar Tentara yang Desersi

Penekanan Kepala Staf TNI AD Dudung Abdurrahman juga disampaikan bahwa TNI harus bisa membantu mengatasi kesulitan rakyat sekitarnya

Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO
Komandan Pusat Polisi Militer Angkatan Darat (Danpuspomad), Letnan Jenderal TNI, Chandra W. Sukotjo, saat memberi arahan terkait pembinaan prajurit. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Komandan Pusat Polisi Militer Angkatan Darat (Danpuspomad) Letnan Jenderal TNI, Chandra W. Sukotjo sentil Danrem 091/ASN Brigjen Dedi Suryadi agar jewer prajurit nakal.

Perwira tinggi TNI AD ini juga mengutip perkataan Gubernur Kaltim Isran Noor soal pembinaan prajurit.

Danpuspomad berada di Kota Samarinda, Senin (28/11/2022) dalam peresmian markas baru Denpom VI/1 Samarinda.

Danrem 091/ASN yang hadir, di sentil perwira bintang tiga ini saat diatas podium memberi sambutan.

Baca juga: Gubernur Kaltim Isran Noor Resmikan Markas Baru Denpom VI/1 Samarinda

"Bapak Danrem, kami titip Denpom kami disini, kalau nakal jewer saja," tegas Letjen TNI Chandra W. Sukotjo.

Dia juga memberi perintah pada Danrem bahwa jangan ragu untuk menggunakan fasilitas yang ada di Markas Denpom VI/1 Samarinda, termasuk menyerahkan prajurit yang bertindak diluar ketentuan.

Letjen TNI Chandra W. Sukotjo mengutip perkataan Gubernur Kaltim Isran Noor agar tegas dalam pembinaan prajurit yang melanggar kode etik.

"Polisi militer ini kalau saya mengutip dari Pak Gubernur, urusannya dari sajadah sampai haram jadah begitu kan Pak. Dari yang bertobat sampai maksiat, salah-salah bisa kecemplung, betul Pak ya?," ujar Letjen TNI Chandra W. Sukotjo sembari bercanda.

"Yang penting kata Pak Gubernur kita 'salah paham'. kita salah, dia paham. banyak kutipan dari beliau yang saya pelajari, tentunya saya akan terus belajar," sambung perwira tinggi TNI AD tersebut.

Tangkap Tentara yang Desersi

Danpuspomad Letnan Jenderal TNI, Chandra W. Sukotjo turut memerintahkan jajarannya agar kejar tentara-tentara yang desersi.

Dalam istilah militer, desersi adalah pengingkaran tugas atau jabatan tanpa permisi dan dilakukan dengan tanpa tujuan kembali.

Khusus di Kaltim jajaran Pomdam VI/Mulawarman tentunya dibawah pimpinan Pangdam VI/Mulawarman, Mayjen TNI Tri Budi Utomo juga agar tegas dalam pembinaan para prajurit.

"Kalau dulu ada yang berpendapat biar saja nanti toh dipecat, tidak bisa. Sementara yang lain kerja, yang lari (desersi) malah enak-enak, pokoknya tangkap, cari, uber, mau sampai mana. Gundulin masukkan sel," tegasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved