Berita Samarinda Terkini

Marak Tambang Ilegal di Samarinda, Polresta Terus Lakukan Penyelidikan

Saat ini Polresta Samarinda terus bergerak melakukan pengungkapan kasus tambang batubara ilegal yang marak ditemukan di ibu kota Provinsi Kalimantan T

Penulis: Rita Lavenia | Editor: Rahmad Taufiq
TRIBUNKALTIM.CO/RITA LAVENIA
Lokasi masuk ke pertambangan batubara yang diduga ilegal di Jalan Parikesit II, RT 43, Kelurahan Rawa Makmur, Kecamatan Palaran, Kota Samarinda. TRIBUNKALTIM.CO/RITA LAVENIA 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Saat ini Polresta Samarinda terus bergerak melakukan pengungkapan kasus tambang batubara ilegal yang marak ditemukan di ibu kota Provinsi Kalimantan Timur ini.

Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli menegaskan saat ini ada lebih dari satu kasus tambang ilegal yang tengah mereka tangani.

"Ada beberapa yang sudah jadi LP, ada yang masih proses penyelidikan. Jadi ada yang dilidik dan ada yang sudah naik penyidikan," ujarnya saat ditemui awak media di Mapolresta Samarinda, Senin (28/11/2022).

Seperti diketahui, baru-baru ini Polresta Samarinda berhasil mengungkap kasus batubara ilegal di Muang Dalam, Kecamatan Samarinda Ulu dengan 2 tersangka yang berhasil diamankan.

Selain itu, beberapa waktu ada pula kasus dugaan tambang ilegal di kawasan Jalan Parikesit II, RT 43, Kelurahan Rawa Makmur, Kecamatan Palaran yang juga mencuat ke permukaan publik.

Baca juga: Jatam Nasional Desak Kapolri Usut Keterlibatan Kabareskrim Dalam Kasus Tambang Ilegal

Di mana di kawasan tersebut warga cekcok dengan seorang penambang bernama Rohim.

Sebab, diketahui Rohim pernah meminta izin kepada Ketua RT setempat untuk melakukan penambangan batubara.

Namun izin belum keluar, ternyata alat berat sudah masuk dan melakukan pengupasan lahan serta pengerukan batubara.

"Jadi di sana (diduga tambang ilegal di Rawa Makmur) telah kami pasang garis polisi," tuturnya.

Baca juga: Dugaan Setoran Tambang Ilegal ke Petinggi Polri, Listyo Sigit: Penyelidikan Dimulai Ismail Bolong

Kemudian untuk sementara masih dilakukan pemeriksaan. Sebab, lanjutnya, menurut informasi lahan tersebut masuk dalam konsesi PT ECI.

Bahkan orang yang menambang atas nama Rohim memiliki Surat Perintah Kerja (SPK) dari pemilik konsesi.

"Jadi saat ini masih kami dalami. Yang jelas di sana sudah kami pasang garis polisi dan tidak ada aktivitas," ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved